Kamis, 19 September 2019 09:53 WITA

Misteri Hilangnya Pesawat Twin Otter di Papua

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Misteri Hilangnya Pesawat Twin Otter di Papua

RAKYATKU.COM - Pesawat Rimbun Air jenis Twin Otter DHC6-400 mendadak hilang kontak dalam penerbangan Timika menuju Ilaga. 

Pesawat kargo tersebut tinggal landas dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, pada Rabu (18/9/2019), pukul 10.39 WIT. Seharusnya, pesawat dijadwalkan tiba sekitar pukul 11.29 WIT di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Berdasarkan informasi, pesawat tersebut dicarter oleh pihak Bulog Timika untuk mengangkut beras program rastra ke Ilaga, Kabupaten Puncak. Pesawat tersebut tak kunjung mendarat di Bandara Ilaga.

Sebab, hampir 3 jam petugas bandara menunggu, namun pesawat tak tampak. Tower Bandara Ilaga semula berasumsi jika pesawat itu kembali ke Timika.
Namun setelah dikonfirmasi, ternyata tidak ada permintaan pilot untuk kembali ke Timika.

"Tower Ilaga mengira telah terjadi RTB (balik). Setelah kontak ke tower Timika, ternyata tidak ada permintaan untuk balik," kata Plt. Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Yan S. Purba.

Di dalam pesawat ada 4 orang, rinciannya yakni Kapten Dasep sebagai pilot, Yudra sebagai kopilot. Seorang anggota Brimob bernama Baharada Hadi dan satu orang teknisi bernama Ujang

Diketahui saat proses lepas landas menuju Bandara Ilaga, cuaca di Timika dalam kondisi baik. Selain membawa penumpang, pesawat juga membawa muatan beras Bulog sebanyak 1.700 kilogram.

Loading...

"Pesawat ini dicarter oleh Bulog untuk angkut beras ke Ilaga," kata Ilham, perwakilan PT Carpediem.

Mengetahui pesawat hilang kontak, sejumlah tim terdiri dari 10 personel berasal Basarnas, Brimob dan TNI AU, dikerahkan untuk mencari pesawat nahas itu. Namun, upaya pencarian pesawat sempat tertunda lantaran cuaca buruk akibat kabut tebal.

Kabut tersebut terpantau menutupi kawasan dataran tinggi Papua di antara Kabupaten Mimika dengan Kabupaten Puncak. Pilot memutuskan membawa pesawat kembali ke Bandara Timika.

"Sampai di ketinggian sekitar 7.000 kaki kami sudah tidak bisa melihat apa-apa di bawah karena tertutup kabut tebal, maka pilot memutuskan pesawat balik kanan ke Timika. Kami mendarat kembali di Bandara Timika sekitar pukul 15.40 WIT," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Monce Brury, dilansir Antara.

Upaya pencarian pesawat hilang kontak tersebut akan dilanjutkan pada Kamis (19/9) mulai pukul 06.00 WIT.

Loading...
Loading...