Rabu, 18 September 2019 08:39 WITA

Dua Pelajar Akui Sudah Masukkan Sperma ke Makanan Ibu Guru

Editor: Suriawati
Dua Pelajar Akui Sudah Masukkan Sperma ke Makanan Ibu Guru
Video menunjukkan salah satu pelajar memasukkan sperma ke makanan guru

RAKYATKU.COM, OHIO - Dua siswa pelajar sekolah menengah di Ohio ditempatkan dalam tahanan remaja selama 30 hari, karena memasukkan sperma ke dalam makanan ibu guru.

Kedua anak itu adalah siswa kelas 8 di Olentangy Hyatts Middle School di Delaware County.

Insiden itu terjadi pada 16 Mei lalu, selama kelas memasak. Pada saat itu, siswa diminta untuk membuat masakan, dan guru akan mencicipinya untuk menilai masakan siswa. 

Salah seorang pelajar mengatakan bahwa dia telah melihat video YouTube yang menunjukkan seorang lelaki memasukkan sperma ke dalam makanan dan menyajikannya.

"Aku berkata, itu akan menjadi ide yang lucu, lelucon yang lucu. Jadi, saya memperkenalkannya kepada teman sekelas saya dan mereka pikir itu lucu. Mereka tertawa. Jadi, kami melanjutkannya," katanya.

Sementara itu, gurunya mengatakan bahwa ia trauma oleh cobaan itu.

"Saya duduk di sana, di kantor kepala sekolah. Saya tercengang atas fakta bahwa seseorang bahkan akan berpikir untuk melakukan ini. Kenapa ini terjadi? Mengapa mereka memilih saya? Saya merasa ditargetkan, dilanggar," katanya. 

Guru itu menambahkan bahwa dia diperintahkan untuk pergi ke rumah sakit untuk menjalani tes STDS. Dia juga mempertimbangkan apakah dia akan kembali mengajar atau tidak. 

"Aku sudah memiliki pekerjaan impianku. Tetapi karena lelucon ini, karena beberapa anak, mereka mengambilnya dariku. Saya telah kehilangan empati saya untuk anak-anak dan kemampuan untuk melihat yang baik pada mereka," katanya.

Setelah mengakui perbuatannya, kedua remaja itu menangis meminta maaf kepada gurunya. 

Kedua remaja itu dijatuhi hukuman 30 hari dalam tahanan remaja, ditambah pelayanan masyarakat 100 jam, bersama dengan penilaian psikologis. Mereka juga harus menghadiri konseling dan menulis surat kepada guru mereka. Salah satu dari mereka diskors selama 10 hari, dan yang kedua diskors selama lima hari.

Enam siswa lainnya yang didakwa dalam kasus ini akan menjalani pengadilan minggu ini. 

Loading...
Loading...

Berita Terkait