Rabu, 18 September 2019 00:28 WITA

Ketua DPRD Parepare: BPJS Kesehatan Produk Gagal

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Adil Patawai Anar
Ketua DPRD Parepare: BPJS Kesehatan Produk Gagal

RAKYATKU.COM, PAREPARE - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Parepare sepakat menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Sementara DPRD Kota Parepare, Kaharuddin Kadir saat menerima Aspirasi Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (Ampera) di ruang Paripurna DPRD Kota Parepare, Selasa(17/9/2019).

"BPJS Kesehatan itu Produk Gagal, ibaratnya mobil, harus ditarik dari peredaran, DPRD Kota Parepare menegaskan menolak rencana kenaikan iuran BPJS," sebutnya.

Kahar juga mengungkap amburadulnya manajemen BPJS Kesehatan yang berimbas pada menumpuknya utang di RSUD Andi Makkasau, padahal kata dia setiap tahun, Pemkot Parepare menganggarkan sebesar Rp 17 Miliar untuk membayar iuran warga Kota Parepare di luar Peserta BPJS Mandiri.

"Berdasarkan keterangan dari Direktur RSUD Andi Makkasau, utang BPJS kesehatan di RS sudah mencapai Rp 28 miliar, sebenarnya BPJS ini perusahaan bangkrut," terangnya.

Dalam aksinya, mahasiswa menuntut agar kenaikan iuran BPJS Kesehatan ditinjau ulang oleh Kementerian Keuangan.

Loading...

"Kehadiran BPJS Kesehatan adalah untuk membantu rakyat, namun pada kenyataannya justru akan membuat rakyat lebih menderita, olehnya itu kami menolak rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan menuntut transparansi pengelolaan anggaran BPJS," sebutnya.

Terpisah, Direktur RSUD Andi Makkasau mengaku harus memutar otak guna mengatasi Klaim RS terhadap BPJS Kesehatan.

"Kami harus utang sana utang sini, ke Perusahaan Obat, Prodia hingga Jasa tenaga medik dan karyawan RS," ungkapnya.

Loading...
Loading...