Selasa, 17 September 2019 21:37 WITA

Penuhi Gaya Hidup, Alasan Tante di Makassar Tega Jual 2 Keponakannya ke Om-om

Penulis: Azwar Basir
Editor: Adil Patawai Anar
Penuhi Gaya Hidup, Alasan Tante di Makassar Tega Jual 2 Keponakannya ke Om-om

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Unit PPA Polrestabes Makassar bersama Polsek Ujung Pandang berhasil membongkar human trafficking atau perdagangan manusia.

Seorang wanita berinisial T (32) dengan tega menjual keponakannya kepada pria untuk berhubungan intim. Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko, mengatakan, motif pelaku ingin mendapatkan uang secara singat untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup.

"Motifnya kebutuhan gaya hidup," ujar AKBP Indratmoko. 

Saat ini kondisi korban setelah berhasil digagalkan dijual ke pria hidung belang masih terguncang. 

"Masih terus kita dalami, si korban juga masih shock, sedang dalam tahap konseling jadi belum terlalu banyak dimintai keterangan," katanya. 

Korban yang baru duduk di kelas satu SMA ini rencananya dijual seharga Rp 2,5 juta.

"Ia baru akan dijual seharga Rp 2,5 juta, sebelumnya ia belum pernah lakukan itu," paparnya. 

Sebelumnya diberitakan, Unit PPA Polrestabes Makassar mengamankan T (32)  pelaku utama yang akan menjual keponakannya sendiri (14) kepada om-om dari Jayapura. Bahkan, calon pembeli telah memberikan uang sebesar 2,5 juta rupiah kepada T. 

"T berperan menawarkan korban ini kepada pria hidung belang untuk diperdagangkan. Nilainya Rp2,5 Juta, untuk si Korban Rp 500 ribu," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko. 

Loading...

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengatakan, sebelum pelaku utama diamankan, pihaknya juga mengamankan NS (16), korban sekaligus pelaku. 

"NS ini yang akan mengantarkan korban ke pria hidung belang tersebut, NS juga pernah menjadi korban sebelumnya," katanya. 

NS yang masih duduk di bangku SMA ini juga keponakan dari T. 

"NS ini masih saudara sepupu dengan korban,"  paparnya. 

Menurut Indratmoko, tidak menutup kemungkinan masih ada korban lainnya yang belum terungkap. Pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari korban lain. 

"Ini kurang lebih hampir setahun, kita masih dalami siapa lagi yang menjadi korban, karena tidak menutup kemungkinan banyak korban lain," bebernya. 

Ia menambahkan, pelaku memasarkan keponakan dan korban lainnya ke para pria hidung belang melalui media sosial (Medsos). 

"Ini diperdagangkan melalui media sosial dan juga mulut-mulut ke Mulut," tutupnya. 

Loading...
Loading...