Selasa, 17 September 2019 18:00 WITA

Di Depan Erdogan dan Rouhani, Putin Kutip Ayat Alquran untuk Hentikan Perang Yaman

Editor: Abu Asyraf
Di Depan Erdogan dan Rouhani, Putin Kutip Ayat Alquran untuk Hentikan Perang Yaman
Presiden Turki, Erdogan diapit Hassan Rouhani dan Vladimir Putin di Ankara, Turki.

RAKYATKU.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin kembali jadi perbincangan. Dia meminta perang Yaman dihentikan dengan mengutip ayat Alquran.

Kutipan ayat Alquran itu dibacakan di depan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran, Hassan Rouhani di Ankara, Turki, Senin (16/9/2019) waktu setempat.

Putin menguitp Alquran Surat Al Imran ayat 103. Dia meminta pihak-pihak yang bertikai di Yaman untuk berdamai.

"...dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara..." kata Putin seperti dikutip media Russia Today (RT), Selasa (17/9/2019).

Kutipan lengkap ayat tersebut berbunyi, "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk."

Loading...

Erdogan dan Rouhani menyetujui Putin mengutip ayat Alquran tersebut. 

Mereka mengutuk invasi militer pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman, yang telah mengakibatkan ratusan ribu orang tewas dalam waktu lima tahun terakhir.

Perang juga telah menghancurkan banyak infrastruktur di negeri miskin itu, hingga membuat Yaman mengalami krisis kemanusiaan parah.

Konflik yang awalnya merupakan perang saudara antara para pemberontak Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Saudi itu, meningkat menjadi perang udara yang dipimpin Saudi dan koalisi pada tahun 2015, lalu berubah menjadi invasi darat.
 

Loading...
Loading...