Senin, 16 September 2019 19:19 WITA

Pengakuan Kakek Penganiaya Adik Kandung, "Saya Lupa Dia Saudara Saya"

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Aswad Syam
Pengakuan Kakek Penganiaya Adik Kandung,
Daeng Beta, tertunduk. Dia mengaku khilaf, telah memarangi adik perempuannya sendiri.

RAKYATKU.COM, GOWA - Kakek Bundu Daeng Beta (70) yang tega memarangi adik perempuannya sendiri, Patiha Daeng Puji (60), mengaku sangat emosi saat peristiwa itu terjadi, Minggu, 15 September 2019 kemarin, sekitar pukul 16.00 Wita di Dusun Bontobila, Desa Biringala, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa.

Pelaku Daeng Beta yang menegur Daeng Puji, mengaku sempat emosi saat adiknya membalas dengan makian. Alasan Daeng Beta menegur adiknya, karena adiknya tersebut sedang mencabut rumput di depan rumahnya, namun sampahnya dibuang sembarangan.

Daeng Puji pun marah dan tak terima ditegur oleh kakaknya dengan melontarkan makian ke kakaknya.

"Memangnya kenapa anj*ng?? ini bukan jalananmu," kata Daeng Beta saat menirukan apa yang diucapkan oleh Daeng Puji saat kejadian.

Saat diinterogasi polisi, Daeng Beta pun mengaku khilaf atas perbuatannya tersebut. Selain karena emosi dan khilaf, ia mengaku lupa bahwa yang dia hadapi adalah adik perempuannya sendiri.

"Begitulah pak kalau kita lupa. Dia juga saudaraku pak," kata Daeng Beta.

Loading...

Daeng Beta pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia pun kini ditahan di Mapolsek Barombong untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan adiknya, Daeng Puji, tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar.

Korban sempat dirawat di Puskesmas Moncobalang. Namun kondisinya justru menurun, hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit tersebut.

"Akibat penganiayaan korban mengalami luka pada bagian paha dan robek bagian kepala, telinga dan punggung kiri," kata Kapolsek Barombong, AKP Muh Hasyim, Senin (16/9/2019).

Aparat kepolisian juga telah menasihati pelaku untuk tidak mengulangi perbuatannya dan tidak langsung emosi hingga melukai adik kandungnya sendiri. Mengingat pelaku tersebut merupakan orang yang sudah tua dan seharusnya bijak dalam suatu masalah.

"Jadi lain kali, bapak jangan lagi begitu. Bapak jangan langsung emosi karena bapak sudah tua," kata Kasubbag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan dengan suara lembut sambil memegang pundak Daeng Beta.

Loading...
Loading...