Senin, 16 September 2019 19:08 WITA

Sesak Napas Usai Tarik Jaring, Nelayan Jeneponto Meninggal di Tengah Laut

Penulis: Zul Lallo
Editor: Aswad Syam
Sesak Napas Usai Tarik Jaring, Nelayan Jeneponto Meninggal di Tengah Laut
Keluarga tak dapat membendung air matanya di samping jasad Samsu, nelayan yang meninggal saat melaut.

RAKYATKU.COM, JENEPONTO -- Nelayan warga Kampung Ujung Tanah, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, meninggal dunia di tengah laut.

Senin, 16 September 2019. Samsu (77) melaut bersama cucunya, Amir (22). Saat itu pukul 05.30 Wita. Samsu menarik jaring ikan ke atas perahu. Mereka sudah beres-beres hendak pulang setelah semalaman menjaring ikan.

Jaring sudah di atas perahu. Dan Amir sudah menyalakan mesin. Amir melihat kakeknya duduk sambil sandar di bagian belakang perahu. 

Tiba-tiba Amir melihat gigi palsu sang kakek jatuh dari mulutnya. "Dan kakek saya juga ikut jatuh di atas perahu," kisah Amir.

Melihat kakeknya terjatuh di atas perahu sambil sesak napas, Amir pun berteriak untuk mencari pertolongan. Beberapa nelayan bergegas mendekat menolong. Namun nahas, nyawa sang kakek tak bisa diselamatkan.

Loading...

"Saya minta pertolongan sama nelayan lainnya untuk dibantu. Tapi kondisinya semakin memburuk akhirnya meninggal dunia di atas perahu," sebutnya.

Dengan berurai air mata, Amir menyalakan mesin perahu, lalu mengarahkan perahu berisi jasad kakeknya ke daratan. 

Sesampai di darat, dia bergegas memberitahu keluarganya. Jadilah ratapan kematian menggema di pantai Ujung Tanah subuh itu.

Menurut keluarganya, almarhum sebelumnya mempunyai riwayat penyakit ambeien. Sementara jenazah almarhum dikebumikan usai salat zuhur tadi siang.

Loading...
Loading...