Senin, 16 September 2019 09:54 WITA

Pasukan Khusus SAS Sergap Pabrik Bom ISIS, 5 Pejuang Dibunuh Dalam 7 Detik

Editor: Suriawati
Pasukan Khusus SAS Sergap Pabrik Bom ISIS, 5 Pejuang Dibunuh Dalam 7 Detik
Getty Images

RAKYATKU.COM - Seorang perwira Special Air Service (SAS) Inggris menembak mati lima pejuang ISIS hanya dalam waktu tujuh detik, selama penggerebekan pabrik bom di Irak.

Daily Star melaporkan bahwa operasi rahasia itu berlangsung di sebuah bangunan yang dikuasai Negara Islam (ISIS) di ibukota Baghdad, akhir tahun lalu.

Dikatakan bahwa Agen MI6, yang bekerja dengan pasukan khusus Irak, telah mengidentifikasi bangunan itu sebagai pabrik bom.

Jadi, tim SAS yang terdiri dari 12 orang kemudian dikirim untuk mengawasinya selama beberapa hari. Setelah menerima laporan tentang rencana bom bunuh diri ISIS, tim merencanakan serangan fajar untuk hari berikutnya.

'Tim penembus' adalah yang pertama kali masuk, dengan menerobos pintu masuk ke halaman.

Namun mereka segera dihadang oleh sekelompok pria bersenjata lengkap, yang dilaporkan baru saja selesai shalat subuh dan sedang memasukkan senjata ke dalam kendaraan.

Namun salah satu anggota tim yang dipersenjatai dengan senapan semi-otomatis Benelli M4 Super 90, menembaki mereka. Tiga calon pembom tewas seketika.

Loading...

Dua teroris lain kemudian muncul dari sebuah bangunan, tetapi sebelum mereka dapat melepaskan tembakan, mereka telah ditambek lebih dulu.

"Para teroris berada tidak lebih dari beberapa kaki jauhnya ketika tim SAS berhadapan langsung dengan mereka," kata seorang sumber kepada Daily Star.

“Salah satu tim melepaskan tembakan dengan senapan dan menembak mati tiga orang, sebelum mereka bisa melepaskan tembakan. Dua teroris lain muncul dari sebuah gedung dan dia juga menetralisirnya."

"Beberapa teroris lain muncul dari gedung tetapi segera menyerah dan mulai panik karena dua mayat tidak memiliki kepala, mereka pikir mereka akan dieksekusi."

Dilaporkan bahwa dua rompi bunuh diri, satu dengan berat 13kg, ditemukan pada orang yang ditembak mati.

Tags
Loading...
Loading...