Minggu, 15 September 2019 20:43 WITA

Dukung RUU KPK, 2 Wanita Cantik Ini Kebingungan Saat Ditanya Siapa Pimpinan KPK

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Dukung RUU KPK, 2 Wanita Cantik Ini Kebingungan Saat Ditanya Siapa Pimpinan KPK
Sejumlah perempuan cantik ikut aksi dukung RUU KPK. Ist

RAKYATKU.COM - Sejumlah perempuan yang mengatasnamakan 'Srikandi Cinta Tanah Air' menggelar aksi mendukung Revisi UU KPK di CFD, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (15/9/2019).

Sejumlah perempuan yang mengaku mahasiswi itu tampak kompak mengenakan kain batik dan pakaian berwarna merah bertuliskan Save KPK. Mereka berbaris membentangkan spanduk bertuliskan "Dukung Revisi UU KPK yang Lebih Baik".

Selain itu, para perempuan itu tampak membagikan gantungan kunci bertuliskan 'Dukung Revisi UU KPK' kepada para pengunjung yang ada di sekitar Bundaran HI.

Ghazella dan Wulan adalah dua di antara para perempuan yang mengaku dari Srikandi Cinta Tanah Air yang ikut aksi dukung RUU KPK tersebut. Keduanya, mengaku ikut aksi solidaritas itu agar lembaga antirasuah tersebut lebih baik.

Keduanya pun mendukung salah satu poin dalam RUU KPK yakni pembentukan Dewan Pengawas KPK.

"Saya mendukung sih adanya revisi Undang-undang KPK. Karena biar KPK itu enggak seenaknya," kata Ghazella.

"Karena selama ini KPK itu bertindak seenaknya," ujar Wulan menimpali, seperti dilansir Suara.

Loading...

Kendati demikian, tampak ada yang aneh dari kritik dan masukan kepada KPK dari kedua perempuan muda itu. Tampak memahami isu terkait RUU KPK, namun keduanya justru tak tahu siapa pimpinan KPK saat ini.

Ketika ditanya awak media siapa pimpinan KPK saat ini, kedua perempuan itu bukannya menjawab, namun malah saling menatap sembari tersenyum.

Begitu juga ketika ditanya pimpinan KPK yang baru saja terpilih dalam pleno Komisi III DPR RI. Keduanya hanya menggeleng. "Enggak (tahu)," ujar keduanya kompak saat menjawab.

Meski begitu, Ghazella dan Wulan mengklaim terlibat dalam Srikandi Cinta Tanah Air dukung revisi Undang-undang KPK atas kemauan sendiri. Keduanya mengaku tidak ada pihak yang mengkoordinir atau menjanjikan sesuatu kepada mereka untuk ikut dalam aksi tersebut.

"Ada yang ngajak, kebetulan saya juga mau sendiri karena dukung revisi Undang-undang KPK," kata Ghazella.

Loading...
Loading...