Sabtu, 14 September 2019 08:20 WITA

Inilah Tiga Kelompok Hacker yang Mendanai Program Senjata Korea Utara

Editor: Suriawati
Inilah Tiga Kelompok Hacker yang Mendanai Program Senjata Korea Utara
INT

RAKYATKU.COM - Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi kepada tiga kelompok hacker Korea Utara karena dituduh telah mencuri jutaan dolar dari bank untuk membiayai program senjata dan rudal Kim Jong Un.

Pejabat dari Departemen Keuangan AS mengatakan bahwa ketiga kelompok tersebut dikendalikan oleh badan intelijen utama Korea Utara, Reconnaissance General Bureau, atau RGB.

"Departemen Keuangan mengambil tindakan terhadap kelompok peretasan Korea Utara yang telah melakukan serangan dunia maya untuk mendukung program senjata dan rudal terlarang," kata Sigal Mandelker, wakil menteri keuangan untuk terorisme, Jumat (13/09/2019).

"Kami akan terus menegakkan sanksi AS dan PBB yang ada terhadap Korea Utara dan bekerja dengan komunitas internasional untuk meningkatkan keamanan siber jaringan keuangan."

Siapakah ketiga kelompok ini?
1. Lazarus
Yang paling terkenal dari tiga kelompok yang terkena sanksi adalah Lazarus, kelompok yang telah menargetkan militer, pemerintah, perusahaan dalam industri keuangan, manufaktur, penerbitan, media, dan dunia hiburan.

FBI menuduh Lazarus berada di balik peretasan Sony Pictures pada tahun 2014, yang menghancurkan data pada ribuan komputer perusahaan.

Namun serangan paling terkenal Lazarus adalah wabah WannaCry pada tahun 2017. Malware ini menggunakan eksploitasi Windows yang dicuri dari National Security Agency, yang memungkinkan virus menyebar dengan cepat dari komputer ke komputer tanpa interaksi pengguna.

Dalam beberapa jam, WannaCry menyebar ke 150 negara dan mematikan sekitar 300.000 komputer. Rumah sakit di Inggris terpukul sangat parah, yang menyebabkan pembatalan lebih dari 19.000 janji dan menelan biaya Layanan Kesehatan Nasional lebih dari $112 juta.

2. Bluenoroff
Dua kelompok lainnya adalah subkelompok Lazarus. Salah satunya dikenal sebagai Bluenoroff. Ini dibentuk sebagai sarana untuk mendapatkan penghasilan setelah meningkatnya sanksi global terhadap pemerintah Korea Utara.

Loading...

Ini adalah kelompok yang berada di balik peretasan bank sentral Bangladesh tahun 2016, yang hampir berhasil mencuri $851 juta.

Untungnya, kesalahan tipografi menggagalkan transaksi terlarang tersebut, tapi para penyerang masih menghasilkan $81 juta.

Bluenoroff juga telah melakukan peretasan yang sukses terhadap bank-bank di India, Meksiko, Pakistan, Filipina, Korea Selatan, Taiwan, Turki, Chili, dan Vietnam.

3. Andariel
Subkelompok Lazarus lainnya dikenal sebagai Andariel. Yang ini berfokus pada peretasan yang menargetkan bisnis asing, layanan keuangan, dan lembaga pemerintah.

Perusahaan keamanan pertama kali memperhatikan Adariel sekitar tahun 2015, ketika mencapai target di Korea Selatan.

Tim tersebut bertanggung jawab atas upaya mencuri informasi kartu bank dengan meretas jaringan ATM untuk menarik uang tunai, atau mencuri data yang bisa dijual ke penjahat lain. 

Andariel juga dituduh sebagai kelompok yang telah mengembangkan malware untuk meretas situs poker dan perjudian online.

Loading...
Loading...