Kamis, 12 September 2019 20:19 WITA

Banjir Air Mata saat Salat Gaib untuk Habibie di Rujab Gubernur Sulsel

Editor: Fathul Khair Akmal
Banjir Air Mata saat Salat Gaib untuk Habibie di Rujab Gubernur Sulsel
Suasana salat gaib untuk almarhum BJ Habibie, di halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (12/9/2019).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Masyarakat Sulawesi Selatan merasa sangat kehilangan atas meninggalnya, Presiden Indonesia ketiga, BJ Habibie. Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menggelar salat gaib untuk almarhum, di halaman Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (12/9/2019). 

Ratusan masyarakat hadir. Terlihat Ketua DPRD Sulsel, HM Roem, Forkopimda Sulsel serta Penjabat Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb. 

Hadir juga tokoh masyarakat, tokoh agama, ulama, para kyai, imam besar Masjid Al Markaz dan dan tokoh-tokoh wanita majelis taklim.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyampaikan, masyarakat Indonesia merasakan duka yang amat dalam.

"Kita dalam duka yang sangat dalam atas berpulangnya ke Rahmatullah, pemimpin kita tokoh yang sangat kita kagumi Presiden Ketiga Republik Indonesia, Bapak Profesor Doktor BJ Habibie, yang telah berpulang ke Rahmatullah kemarin sore jam 6.05 WIB," kata Nurdin Abdullah. 

Beberapa jemaah tak mampu menahan air matanya. Doa tulus mengiringi kepergian pria kelahiran Kota Parepare, Sulawesi Selatan itu,

"Malam ini (salat gaib dan dzikir) sangat penting sekali bagi kita. Untuk bersama-sama salat gaib, mudah-mudahan ini akan semakin melapangkan jalan almarhum Professor Habibie menghadap Sang Pencipta," ujar Nurdin.

Habibie, kata Nurdin, merupakan sosok yang menjadi panutan dan kebanggaan masyarakat Indonesia.

Loading...

"Dunia mengakui beliau. Mudah-mudahan beliau sampai di alam kubur di akhirat tetap menjadi Profesor. Doa kita semua untuk negarawan sejati kita," ujar. 

Lanjut Nurdin, Habibie adalah pemimpin yang memiliki kebesaran hati, mampu melanjutkan kepemimpinan Presiden Soeharto. 

Habibie ingin melihat bangsa ini menjadi bangsa yang kuat, Ia mempersiapkan Indonesia untuk mendapatkan pemimpin yang dapat melanjutkan kepemimpinan. 

"Beliau bisa menyelesaikan sebenarnya. Tetapi itulah kenegarawanan seorang bapak Presiden Habibie, kita bangga beliau lahir di Sulawesi Selatan, tepatnya di kota Parepare," ucapnya. 

"Sebagai putra daerah Sulawesi Selatan, tentu kita semua berkewajiban untuk mengantarkan beliau. Walaupun kita tidak sempat melayat, mengantarkan beliau ke liang lahat. Tapi doa kita sekarang semoga dijawab oleh Allah SWT," sebutnya. 

Sebagai pemimpin tentu tidak ada yang sempurna. Nurdin memohon agar Habibie dimaafkan atas segala kesalahan dan dosa-dosanya. 

"Saya tentu atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan menyampaikan bela sungkawa dan rasa duka yang dalam dan kita ikhlas melepas beliau," pungkasnya.

Loading...
Loading...