Selasa, 10 September 2019 23:43 WITA

19.235 Benih Lobster Hasil Penyelundulan Telah Dilepaskan

Penulis: Azwar Basir
Editor: Adil Patawai Anar
19.235 Benih Lobster Hasil Penyelundulan Telah Dilepaskan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ditreskrimsus Polda Sulsel dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar (BKIPM) berhasil menggagalkan penyelundupan 19.235 benih lobster ke Singapura.

Kepala BKIPM, Sitti Chadijjah mengatakan 19.235 benih lobster dari dua jenis lobster yang digagalkan terbang ke Singapura tersebut telah dilepaskan ke habitatnya.

"Sesuai aturan permen kita sudah melepaskan ribuan benih lobster yang ditangkap secara ilegal oleh para pelaku ini," katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah lama bekerjasama dengan aparat untuk sama-sama mengintai aktivitas bisnis ilegal yang disinyalir memang marak terjadi di wilayah Indonesia.

Sesuai aturan Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Permen 56 tahun 2016 tentang larangan penangkapan benih Lobster dengan ukuran dibawah 200 gram akan ditangkap jika ditemukan dan benihnya dikembalikan kehabitatnya.

"Ini yang kita dapat sesuai aturan itu memang di bawah ukuran 200 gram, jelas melanggar aturan Permen 56 2016 dan UU nomor 45 tahun 2009," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan Direktorat Kriminal khusus Polda Sulsel dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar (BKIPM) berhasil menggagalkan penyelundupan ribuan benih lobster senilai miliaran rupiah ke Singapura di Bandara Internasional Hasanuddin.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin mengatakan, penyelundupan 19.253 ekor benur Lobster berhasil digagalkan setelah adanya informasi dari  petugas Avsec yang mencurigai sebuah koper asal penerbangan Bima Nusa Tenggara Barat tujuan Singapura.

Petugas Avsec langsung menghubungi atu  berkoordinasi dengan Polda Sulsel dan Pengawas BKIPM yang bertugas di check-in bandara untuk melakukan pemeriksaan terhadap koper itu. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan ada benih lobster.

Loading...

"Dalam koper itu kita temukan 19.253 ekor benur Lobster, satu benur itu harganya Rp150 ribu. Kalau ditotal yang mereka hasilkan dari pekerjaan ilegal ini Rp3,5 Miliar," ungkap Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Selasa (10/9/2019).

Katanya, 19.253 ekor bibit lobster tersebut dibungkus menjadi 23 bagian kemudian dimasukkan ke dalam koper yang sudah disiapkan udara atau tabung gas supaya benih lobster tersebut tidak mati sampai di Singapura.

Untuk mengelabui petugas, para pelaku mencampur kemasan benih lobster dengan kerupuk, mie instan dan sandal jepit di dalam satu buah koper bagasi.

"Ada dua jenis benih lobster yang akan diselundupkan oleh pelaku, lobster mutiara  13.477 ekor dan benih lobster pasir sebanyak 5.776 ekor," katanya.

Dalam kasus ini ada lima orang pelaku namun baru tiga pelaku yang berhasil diamankan termasuk pelaku utamanya atau pemilik dari usaha ilegal tersebut.

Tiga pelaku yakni pemilik koper bernama Sumarjo, warga kelahiran Pinrang yang tercatat tinggal di BTN Cipta Mandai, Kabupaten Maros, pria berinisial ST selaku tukang packing dan  pemilik Baby Lobster inisial RM.

"Sehari setelah penggagalan di Bandara, baru kita tangkap pemilik benih Lobster, nah dari hasil interogasi ternyata si RM ini sudah pernah menjalani hukuman empat bulan dalam kasus yang sama penyelundupan benih lobster, "jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya masih mengejar dua orang yang terlibat dalam bisnis ilegal tersebut. "Nanti kita akan dalami lagi sudah berapa kali dia melakukan tindak pidana ini. Dan ini rencananya akan dijual ke Singapura yang diterima saudara Amir, kita masih kejar lagi ini dua orang. Iyah ada Lima orang, Dua masih DPO," tutupnya.

Loading...
Loading...