Selasa, 10 September 2019 14:58 WITA

Pemprov Sulsel Pasang Papan Bicara di Stadion Mattoanging, YOSS: Tindakan Otoriter!

Penulis: Rizal
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Pemprov Sulsel Pasang Papan Bicara di Stadion Mattoanging, YOSS: Tindakan Otoriter!
Papan bicara terpasang di kawasan Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, Selasa (10/9/2019).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, telah memasang papan bicara di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, Makassar, Selasa (10/9/2019). 

Meskipun sempat mendapat penolakan dari Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS), akhirnya Satpol PP Pemprov Sulsel berhasil memasang dua buah papan bicara di kawasan stadion yang jadi markas PSM Makassar tersebut.

Ketua Pembina YOSS, Andi Ilhamsyah Mattalatta pun meradang. Menurutnya, tindakan Pemprov Sulsel tersebut sangat sewenang-wenang. 

Padahal sebelumnya, kata Ilhamsyah, dirinya meminta Pemprov Sulsel terlebih dahulu menunjukkan putusan pengadilan sebelum memasang papan bicara tersebut.

"Inilah sikap arogansi dan sewenang-wenang dari Pemprov Sulsel. Apa yg dilakukan oleh Pemprov ini adalah tindakan kesewenang-wenangan dan kesemena-menaan. Ini bukan lagi memperlihatkan sikap demokrasi. Mereka memaksakan menguasai stadion ini dengan cara yang tidak demokratis. Pemprov dalam hal ini gubernur bisa dikatakan sangat otoriter salam melaksanakan pemerintahannya," ungkap Ilhamsyah saat dikonfimasi Rakyatku.com sesaat lalu.

loading...

Menurut Ilhamsyah, niat YOSS untuk berdialog dengan pihak Pemprov Sulsel terkait status kepemilikan Stadion Mattoanging juga tak pernah digubris.

"Disatu sisi mereka mengatakan akan kerjasama dengan YOSS dan akan melakukan dialog. Tapi pada kenyataannya dialog yang dimaksud tidak pernah terjadi," ketusnya.

Ilhamsyah pun sangat menyayangkan pemasangan papan bicara tersebut secara sepihak tanpa adanya dialog yang terjadi sebelumnya. Padahal, katanya, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel pun telah siap memediasi.

"Dalam peristiwa tadi kami (YOSS) hanya meminta penundaan terhadap pemasangan plang tersebut sampai terjadinya dialog yang bahkan sudah  disampaikan akan dimediasi oleh Kejati. Tapi kenyataannya Pemprov tetap berkeras memasang plang tersebut," pungkasnya.

Loading...
Loading...