Senin, 09 September 2019 13:13 WITA

Nakal, Ada Calon Kepala Desa Pinjam Uang kepada Bupati untuk Beli Suara

Editor: Abu Asyraf
Nakal, Ada Calon Kepala Desa Pinjam Uang kepada Bupati untuk Beli Suara
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati

RAKYATKU.COM - Money politics atau politik uang kian parah. Sudah sampai pada pemilihan kepala desa (pilkades).

Hebatnya lagi, uang yang akan dibagi-bagikan kepada pemilih itu hasil pinjaman kepada bupati.

Fakta itu diungkapkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Dia geram. Di tengah upaya memberantas money politics, eh calon kepala desa malah berani minta uang kepada dirinya.

"Sudah berkali-kali saya lakukan sosialisasi (larangan politik uang). Kok masih ada saja oknum calon kepala desa yang datang minta pangestu ke bupati. Bahkan ada yang terang-terangan pinjam uang untuk beli suara. Jadi selama ini saya gembar-gembor nggak ada yang dengerin?" ujar Yuni.

Yuni mengungkapkan itu dalam sambutannya saat melantik Satgas Anti Money Politic se-Kawedanan Gemolong, di Gedung IPHI Gemolong, Senin (9/9/2019).

loading...

Yuni mengungkapkan, sejak sistem pemilu diubah menjadi pilihan langsung, sedikit demi sedikit segala sesuatunya berubah menjadi transaksional. 

Pengalaman beberapa kali gelaran pemilihan langsung baik Pilpres, Pileg maupun Pilgub, tidak bisa lepas dari praktik jual beli suara.

Menurut Yuni, banyak calon kepala desa yang masih belum bisa membedakan politik uang dengan janji politik. Agar warga memilihnya, seorang calon kepala desa boleh saja menjanjikan pembangunan jalan, ataupun perbaikan infrastruktur.

"Itu namanya janji politik. Sah saja. Tapi kalau memberi sejumlah uang kepada warga di RT tertentu, kemudian kalau suaranya sedikit uangnya diminta lagi, itu money politics. Ini yang akan kita berantas," tegasnya seperti dikutip dari Detikcom.

Loading...
Loading...