Selasa, 03 September 2019 12:21 WITA

Minta Maaf, PNS di Surabaya Ungkap Kronologi Ucapan Rasis kepada Mahasiswa Papua

Editor: Abu Asyraf
Minta Maaf, PNS di Surabaya Ungkap Kronologi Ucapan Rasis kepada Mahasiswa Papua
Asrama Papua di Surabaya, Jawa TImur.

RAKYATKU.COM - Seorang PNS yang bertugas sebagai staf Kecamatan Tambaksari, Surabaya, akhirnya meminta maaf.

Staf berinisial SA itu menyampaikan permohonan maaf melalui kuasa hukumnya, Ari Hans Simaela. SA sendiri saat ini sudah berstatus tersangka.

SA terbukti melontarkan ujaran bernada rasis di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Jalan Kalasan Surabaya. Aksi SA terekam dalam video.

Ari mengatakan, umpatan kliennya tersebut terjadi secara spontan. Umpatan semacam itu lazim dilontarkan di Surabaya, tanpa maksud merendahkan.

"Itu hanya spontan sebagai orang yang marah tiba-tiba mengumpat dan betul-betul mengumpat. Bukan untuk menistakan atau bahasa kerennya diskriminasi ras tidak seperti itu," kata Ari kepada wartawan di Mapolda Jatim, Selasa (3/9/2019).

Loading...

Selain itu, Ari mencontohkan kliennya spontan mengucap bahasa slang umpatan Suroboyoan atau misuh. Umpatan ini menurutnya kerap diucapkan warga Surabaya saat emosi.

"Jadi kayak orang Surabaya kalau misuh (mengumpat) seperti apa sih. Spontan, kalau kita marah kan kebun binatang keluarkan ya seperti itulah," tambahnya.

Ari menyebut SA berpesan padanya untuk menyampaikan permintaan maaf kepada semua masyarakat, khususnya mahasiswa Papua.

"Dirinya sama sekali tidak berniat melakukan tindak diskriminasi pada ras atau suku tertentu," tegas Ari.
 

Loading...
Loading...