Senin, 02 September 2019 14:28 WITA

FRK Ungkap Ada Warga Asing yang Kelola Tempat Wisata di Jeneponto

Penulis: Zul Lallo
Editor: Abu Asyraf
FRK Ungkap Ada Warga Asing yang Kelola Tempat Wisata di Jeneponto
Fraksi Revolusi Keadilan (FRK) menggelar unjuk rasa di tiga tempat, Senin (2/9/2019). Mereka mengungkap adanya warga asing yang mengelola tempat wisata di Jeneponto.

RAKYATKU.COM - Fraksi Revolusi Keadilan (FRK) menggelar unjuk rasa di tiga tempat, Senin (2/9/2019). Mereka mengungkap adanya warga asing yang mengelola tempat wisata di Jeneponto.

Dalam aksinya, massa mendatangi kantor bupati Jeneponto, DPRD, dan kantor kejaksaan.

"Seorang warga negara asing yang diperoleh melalui jual-beli tanah dan kemudian di atas tanah tersebut membangun tempat wisata yang notabene dapat dianggap berseberangan dengan adat istiadat, kultur budaya lokal serta dapat menyerempet UU RI nomor 6 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa," ujar Muh Alim Bahri, koordinator aksi.

Namun, belum ada keterangan lebih lanjut tentang warga asing yang dimaksud. Begitu pula dengan objek wisata yang dikelola WNA bersangkutan.

Dalam aksinya, Ketua Parlemen Pemuda Indonesia (PPI) Muh Alim Bahri juga mendukung upaya penggeledahan di beberapa kantor instansi di Pemda Jeneponto.

Loading...

Penggeledahan itu dalam rangka penyelidikan dan atau penyidikan kasus dugaan korupsi pada pembangunan Pasar Paitana dan Lassang-lassang tahun 2017.

"Kami mendesak agar segera mengusut tuntas dan dilakukan penindakan hukum secara serius dan lebih tegas terhadap penanganan kasus dugaan tindak pidana rasuah pada pembangunan pasar rakyat tersebut, dan dugaan korupsi lainnya yang dapat merugikan keuangan negara," kata Alim Bahri.

Selain itu, mereka mendesak kepada Bupati Jeneponto untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Bansos BPNT dan meminta kepada penegak hukum yakni Polres Jeneponto dan Kejaksaan Negeri Jeneponto untuk melakukan pengawasan secara ketat.
 

Loading...
Loading...