Minggu, 01 September 2019 16:06 WITA

Punya Jamkesmas, Warga Takalar Meninggal Usai Bayar Rumah Sakit Rp2 Juta

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Abu Asyraf
Punya Jamkesmas, Warga Takalar Meninggal Usai Bayar Rumah Sakit Rp2 Juta
Aisyah Ratu memperlihatkan Jamkesmas milik mertuanya.

RAKYATKU.COM,TAKALAR - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan sudah megap-megap. Ternyata masih ada warga kurang mampu yang belum terjangkau.

Hajira Daeng Kanang (60), salah satunya. Warga asal Dusun Kampung Beru, Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar itu akhirnya meninggal dunia akibat sakit komplikasi yang ia derita.

Kesedihan keluarga bertambah gara-gara Daeng Kanang masih dibebankan biaya berobat di rumah sakit Rp2 juta.

Menantu Daeng Kanang, Aisyah Ratu mengatakan, mertuanya menderita sakit jantung, paru-paru, dan lambung. Daeng Kanang sempat dirawat di Rumah Sakit Haji Makassar. 

Almarhum tidak punya kartu BPJS. Hanya kartu Jamkesmas. Mestinya, Jamkesmas itu otomatis diganti dengan BPJS. Begitu aturannya dulu, di awal penerapannya.

Sebagai pemegang kartu Jamkesmas, Daeng Kanang termasuk keluarga kurang mampu. Dalam JKN BPJS Kesehatan, iurannya ditanggung pemerintah. Namun, sampai mati, Daeng Kanang tidak mendapatkannya.

Walau tidak mengantongi BPJS, dokter memutuskan tetap memeriksa dan merawat Daeng Kanang. Administrasinya bisa diurus belakangan.
 
Belakangan, pihak rumah sakit menyatakan bahwa kartu Jamkesmas milik Daeng Kanang sudah tidak aktif. Konsekuensinya, dia harus membayar tunai biaya tindakan yang sudah dilakukan.

Loading...

"Saat di rumah sakit, kartu Jamkesmasnya ini dicek oleh petugas dan masih terbaca, tetapi sudah tidak ditanggung lagi. Sempat saya cek di BPJS Takalar, namanya terdaftar. Namanya masih aktif, tetapi harus membayar," kata Aisyah saat ditemui di rumahnya, Minggu (1/9/2019).

Daeng Kanang lima hari dirawat di rumah sakit. Dia dibebankan biaya pengobatan sekitar Rp2 juta.

Pihak keluarga yang mayoritas bermata pencaharian nelayan dan tidak memiliki penghasilan yang pasti, terpaksa membayar biaya tersebut meskipun tidak sanggup membayar.

Setelah lima hari di rumah sakit, keluarga memutuskan memulangkan Daeng Kanang. Pada hari keenam setelah pulang ke rumah, dia akhirnya meninggal dunia, Minggu (1/9/2019). 

Loading...
Loading...