Sabtu, 31 Agustus 2019 15:57 WITA

Ayahnya Dibunuh ISIS, Bocah 4 Tahun Meninggal Karena Patah Hati

Editor: Suriawati
Ayahnya Dibunuh ISIS, Bocah 4 Tahun Meninggal Karena Patah Hati
Bryar

RAKYATKU.COM, IRAK - Seorang bocah laki-laki meninggal dunia karena patah hati, berminggu-minggu setelah mengetahui bahwa ayahnya terbunuh dalam serangan Negara Islam (ISIS).

Bryar, yang berusia empat tahun mulai tertekan secara emosional setelah dia diberi tahu bahwa ayahnya, Jalal Masoyi, telah meninggal dan tidak akan kembali ke rumah.

Jalal adalah seorang pejuang Kurdi Peshmerga. Menurut Kurdistan 24, ia terbunuh bulan lalu di Lukajo, Irak.

"Bryar memiliki hubungan yang sangat dekat dengan ayahnya," kata seorang anggota keluarganya.

"Dia terus mengatakan bahwa dia merindukan ayahnya dan bertanya mengapa dia tidak pulang."

Setelah diberitahu bahwa ayahnya telah tiada, Bryar menolak untuk makan. Pada satu kesempatan, keluarganya melihat dia mengeluarkan busa dari mulutnya saat tidur.

Loading...

Bryar kemudian dilarikan ke rumah sakit di Sulaimani, Irak utara. Dia menjalani pemeriksaan dan perawatan selama berhari-hari di sana.

Sayangnya, ia meninggal karena stroke pada hari Minggu dan akan dimakamkan di sebelah ayahnya di pemakaman kota Saywan.

Kisah tragis bocah itu dengan cepat mendominasi platform media sosial lokal, di mana ribuan orang mengirimkan belasungkawa mereka kepada keluarganya.

Sebagai penghormatan untuk bocah itu, pemerintah daerah Garmian memutuskan untuk menamai sebuah sekolah di daerah itu sebagai Bryar.

Irak mendeklarasikan kemenangan militer atas Negara Islam pada tahun 2017. Tapi menurut Kurdistan 24, kelompok itu tampaknya mulai bangkit dan melakukan serangan, penyergapan serta penculikan.

Tags
Loading...
Loading...