Selasa, 27 Agustus 2019 09:24 WITA

Ridwan Kamil Sebut Lahan Ibu Kota Baru Pemborosan, Kepala Bappenas Jawab Begini

Editor: Abu Asyraf
Ridwan Kamil Sebut Lahan Ibu Kota Baru Pemborosan, Kepala Bappenas Jawab Begini
Peta wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.

RAKYATKU.COM - Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menjawab kritikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait lahan untuk ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Ridwan mengatakan, lahan yang disiapkan terlalu luas sehingga dianggap pemborosan. Dengan lahan yang luas, biaya untuk membangun infrastruktur juga bakal besar.

"Sebagai arsitek saya melihat desain dan asumsi kota baru banyak hal-hal kurang tepat. Asumsinya lahannya terlalu luas, 200 ribu hektare untuk 1,5 juta penduduk, menurut saya boros lahannya," kata Ridwan Kamil, Senin (26/8/2019).

Menurut dia, pemerintah pusat harus belajar dari kegagalan beberapa negara dalam membangun ibu kota baru. Ia mencontohkan ibu kota Brazil (Brasilia) dan Myanmar (Naypyidaw).

"Contohnya Brazil (Brasilia) sampai sekarang tanahnya terlalu luas, manusia tidak betah dan lainnya. Myanmar (Naypyidaw) juga sama sepi," katanya.

Ia menilai yang perlu ditiru dalam penataan ibu kota baru yaitu Washington DC (Amerika Serikat). Jumlah penduduk yang mencapai 700 ribu jiwa hanya membutuhkan lahan seluas 17 ribu hektare. 

loading...

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro akhirnya angkat bicara atas kritik Ridwan Kamil.

"Luasan inti 40 ribu hektare dengan pencadangan untuk pengembangan 180 ribu hektare. Lima puluh persen minimal untuk ruang terbuka hijau," kata Bambang Senin (26/8/2019).

Bambang menegaskan rencana pemindahan ibu kota sudah melalui kajian yang matang. Ibu kota yang baru akan mengusung konsep forest city. 

"Sudah, dan kota akan berkembang dalam jangka panjang, tetap dengan konsep forest city," ujar Bambang seperti dikutip dari Detikcom. 

Sebelumnya, pemerintah pusat resmi memutuskan ibu kota Indonesia pindah ke Kalimantan Timur. Pemindahan ibu kota baru ini membutuhkan Rp466 triliun yang 19 persen akan berasal dari APBN.
 

Loading...
Loading...