Senin, 25 April 2016 12:56 WITA

"Syahrul dan Akom Sudah Seperti Saudara"

Penulis: Fathul Khair
Editor: Mulyadi Abdillah
Foto:M Fadel

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Syahrul Yasin Limpo (SYL) sudah menegaskan tidak akan ikut bertarung di Munaslub Partai Golkar menyusul aturan 'mahar' yang dibebankan kepada kandidat. 

Aturan main itu hampir dipastikan berlaku meski nilainya tidak akan mencapai Rp20 miliar seperti yang mencuat selama ini. Kemanakah arah dukungan SYL?

SYL memang diperhitungkan oleh rival-rivalnya di Munaslub Partai Golkar. Itu bisa tercermin dari beberapa kandidat yang menemui SYL di Kota Makassar. Sebut saja Ade Komaruddin (Akom), Setya Novanto, Aziz Syamsuddin, Mahyuddin, dan Airlangga Hartarto. 

Dari beberapa nama itu, SYL diprediksi akan merapat ke Akom yang disebut-sebut calon kuat pengganti Aburizal Bakrie. 

Ketua Tim Pemenangan SYL, Moh Roem mengakui Akom adalah salah satu kandidat yang sudah menawarkan posisi strategis kepada SYL di struktur kepengurusan DPP Partai Golkar.

"Peluang Pak Syahrul di DPP sangat besar Apalagi misalnya kalau Pak Akom yang terpilih. Pak Syahrul dan Pak Akom kita tahu sudah sangat lama berteman, sudah kayak saudara," ungkap Roem, Senin (25/4/2016).

Loading...

Roem menegaskan, SYL dan Akom belum pernah membicarakan jabatan strategis tersebut. SYL diberbagai kesempatan sering menyampaikan, niatnya untuk bertarung di Munaslub Golkar, tidak untuk mengejar jabatan. 

SYL, kata Roem, semata-mata hanya ingin memberikan kontribusi yang lebih besar lagi untuk kejayaan partai berlambang beringin.

"Pak Syahrul kan cuma ingin membesarkan Golkar, tidak ada niat lain. Kalau Pak Syahrul terpilih, Alhamdulillah bagus kan. Tapi kalau belum ditakdirkan, saya kira Pak Syahrul akan tetap berada di dalam," jelasnya.

"Posisi tidak menjadi persoalan. Tapi pada saatnya, kalau Pak Akom mau membicarakan itu dengan Pak Syahrul. Tapi menurut saya, tentu akan ada saling pemahaman itu." demikian Roem.

Loading...
Loading...