Jumat, 23 Agustus 2019 20:29 WITA

Begini Detik-detik Tiga Gadis Cantik Habisi Ayah Pemarah

Editor: Aswad Syam
Begini Detik-detik Tiga Gadis Cantik Habisi Ayah Pemarah
Krestina, Angelina, dan Maria

RAKYATKU.COM, RUSIA - Krestina, Angelina, dan Maria tertunduk. Mata ketiganya berkaca-kaca, saat jaksa membacakan tuntutan hingga 20 penjara kepada ketiganya. Masih terbayang di benak ketiganya, saat mereka menghabisi ayah kandungnya yang sedang tidur, pada Juli 2018.

Jumat, 27 Juli 2018 malam. Sang ayah, Mikhail Khachaturyan memanggil ketiga putrinya secara bergantian ke kamarnya. 

"Dasar kalian. Tidak becus membersihkan rumah. Tinggal di rumah saja, makan, tidur. Itu kalian lihat, rumah berantakan," bentak pria berusia 57 tahun itu kepada putri-putrinya.

Tak hanya bentakan. Khachaturyan juga menyemprotkan gas merica ke wajah ketiganya. Ketiga gadis itu kemudian menangis saling berpelukan. Mereka tak habis pikir, kenapa ayah mereka begitu kejam.

Malam beranjak. Khachaturyan pun tertidur. Ketiga gadis itu masuk ke dalam kamar. Mengendap-endap. Takut ayah mereka terbangun. Di tangan mereka ada pisau, martil, dan semprotan merica. Angelina memegang martil, Maria membawa pisau, dan Krestina dengan semprotan merica.

Bagai kesetanan, ketiganya menghantamkan benda-benda itu ke tubuh ayahnya. Sang ayah meninggal dunia akibat luka di kepala, leher, dan dada. Ada 30 luka tusuk di tubuhnya.

Loading...

Usai menghabisi nyawa ayahnya, ketiga gadis itu lalu memanggil polisi dan mereka ditangkap di lokasi. Penyelidikan kemudian menemukan adanya sejarah panjang kekerasan dalam keluarga itu. 

Dalam penyelidikan terungkap, Khachaturyan sudah bertahun-tahun menyiksa putri-putrinya. Dia kerap menyekap dan mencabuli ketiganya.

Ibu dari ketiga pelaku, Aurelia Dunduk, juga kerap mengalami pemukulan oleh Khachaturyan. Dia pernah minta tolong ke polisi beberapa tahun sebelumnya. Bahkan, Khachaturyan mengusirnya dari apartemen mereka pada tahun 2015, dan melarang dia mengontak tiga putrinya.

Beberapa aktivis kemanusiaan Rusia menggelar aksi demonstrasi. Menuntut ketiga gadis itu dibebaskan. Menurut mereka, ketiganya bukan pembunuh, tapi membela diri.

Loading...
Loading...