Kamis, 22 Agustus 2019 22:41 WITA

Bupati Gowa Beberkan 5 Langkah Dalam Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Adil Patawai Anar
Bupati Gowa Beberkan 5 Langkah Dalam Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan

RAKYATKU.COM, GOWA - Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan meminta kepada semua pihak untuk berpartisipasi dalam mencegah kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Adnan menyebut, terdapat lima point utama yang ia harapkan dapat menjadi perhatian masyarakat dan seluruh pihak. 

Pertama, tingkatkan kewaspadaan dan deteksi dini terhadap potensi karhutla. Kedua, tingkatkan komunikasi, koordinasi dan kerjasama terhadap penanganan karhutla. Ketiga, siapkan personil utamanya bagi pihak TNI/Polri dan anggota Manggala Agni KLHK Daops, sarana dan peralatan berkaitan dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan. 

Keempat, tingkatkan pemberdayaan dan partisipasi masyarakat sekitar hutan dan lahan. Antara lain untuk tidak membakar sampah, ranting, dedaunan utamanya warga yang pemukimannya berada dekat dengan hutan dan lahan. 

"Hal terpenting lainnya yaitu saling mengingatkan dan membuka akses komunikasi satu dengan lainnya agar mudah menyampaikan informasi dan cepat tanggap serta responsif bila sewaktu-waktu dibutuhkan," katanya, Kamis (22/8/2019).

Sementara Kepala Manggala Agni KLHK Daops Gowa Ishak Andi Kunna mengatakan, pelaksanaan apel gelar terpadu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Wilayah Kodam XIV Hasanuddin dalam rangka peningkatan kesiap-siagaan penanganan dan pencegahan karhutla di wilayah Sulawesi Selatan.

Penanganan serius terkait potensi terjadinya karhutla ini memang harus dilakukan apalagi berdasarkan data BMKG puncaknya kemarau panjang terjadi pada September mendatang. 

Loading...

"Terjadinya karhutla ada tanggungjawab seluruh pihak makanya perlu dilakukan kesiapsiagaan secara dini," ujarnya. 

Ia menyebutkan, kasus karhutla di wilayah Kabupaten Gowa masih sedikit. Informasi terakhir yang terjadi di Kecamatan Manuju. Saat ini telah dilakukan penanganan dengan melibatkan seluruh komponen. 

"Yang kita pantau baru ada 1 kasus karhutla karena kecenderungan yang terjadi biasanya ada kebakaran tapi tidak ada laporan masuk," terangnya. 

Ishak berharap, dalam mengantisipasi tidak terjadinya karhutla maka semua pihak harus selalu waspada. Utamanya masyarakat maupun perusahaan perkebunan yang ada di wilayah hutan dan lahan agar tidak membakar pasca panen atau upaya pembersihan lahan. 

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan kelengkapan alat pemadam kebakaran dan perlengkapan penanganan kebencanaan seperti pompa, mobil pemadam, mobil dapur umum dan beberapa alat lainnya. 

Loading...
Loading...