Jumat, 23 Agustus 2019 02:00 WITA

Sidang Penipuan 1,7 Miliar PT STBS Makassar Kembali Ditunda

Penulis: Azwar Basir
Editor: Adil Patawai Anar
Sidang Penipuan 1,7 Miliar PT STBS Makassar Kembali Ditunda

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sidang penipuan Rp 1,7 miliar kembali ditunda.  Agenda sidang rencana tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap terdakwa Adi Utama Djaya Yaparis selaku Direktur PT. Semangat Tiga Bintang Sukses (STBS) Makassar, di PN Makassar, Kamis (22/8/2019).

Sidang sudah dua kali ditunda, sebelumnya Senin kemarin sidang ditunda, kemudian dipindahkan Kamis 22 Agustus. Akan tetapi hari ini sidang kembali ditunda dan dipindahkan Rabu 28 Agustus.

"Iya sidang ditunda Rabu 28 agustus, " ujar JPU Tabrani kepada Rakyatku.com. 

Kasus ini bermula pada tanggal 26 Februari 2018, saat itu terdakwa Adi Utama Djaya Yaparis selaku Direktur PT. Semangat Tiga Bintang Sukses (STBS) Makassar memerintahkan kepada manager Keuangannya yakni saksi P Nancie Marcella Mekel untuk menyerahkan kembali 3  lembar cek Bank Mandiri kepada pihak PT. Bahana Line.

3 lembar cek Bank Mandiri tersebut sebagai pengganti 2 lembar cek Bank Mandiri Syariah yang sudah kadaluarsa yang sebelum terdakwa Adi Utama Djaya Yaparis serahkan kepada pihak PT. Bahana Line. Sehingga saksi Nancie Marcella Mekel menyerahkan kepada saksi Ernawati selaku orang yang dimintai tolong oleh saksi Ifah Mashamah selaku marketing PT. Bahana Line untuk mengambil cek pengganti tersebut. 

Masing-masing 1 (satu) lembar Cek Bank Mandiri Nomor HE 282041 tertanggal 20 Maret 2018 dengan nilai Rp 500.000.000,-  yang dapat dicairkan pada  20 Maret 2018, 1  lembar cek Bank Mandiri 20 Maret 2018 Nomor HE 282042 tanggal 20 April 2018 dengan nilai Rp.800.000.000,- yang dikatakan dapat dicairkan pada tanggal 20 April 2018 dan 1  lembar Cek Bank Mandiri Nomor HE 282044 tanggal 20 Mei 2018 dengan nilai Rp.500.000.000,-  yang dapat dicairkan pada tanggal 20 Mei 2018.

Loading...

Namun setelah pihak PT. Balana Line hendak mencairkan 3 lembar Cek Bank Mandiri yang terdakwa Adi Utama Djaya Yaparis serahkan tersebut sesuai batas waktu yang telah ditentutan ternyata ke 3  Cek tersebut kembali di tolak oleh pihak Bank Mandiri dengan alasan rekening ketiga cek tersebut tidak memiliki dana yang cukup.

Serta rekeningnya sudah ditutup dan ketiga Cek tersebut belum diaktivasi atau belum bisa dijalankan apalagi diberikan kepada pihak ketiga sebagai alat pembayaran,

sehingga pihak PT. Bahana Line sudah berkali-kali memberitahukan permasalahan tersebut kepada terdakwa Adi Utama Djaya Yaparis namun terdakwa  hanya berjanji-janji saja dan tidak dapat memberikan solusi yang lebih kongkrit terkait pembayaran yang lebih jelas dan pasti serta jaminan kepada pihak PT. Bahana Line sampai sekarang,

sehingga akibat perbuatan terdakwa  tersebut mengakibatkan pihak PT. Bahana Line mengalami kerugian sebesar Rp.1.730.000.000,-

Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Loading...
Loading...