Kamis, 22 Agustus 2019 17:33 WITA

Pemkot Makassar Siap Fasilitasi Pelajar Papua yang Ingin Kuliah di Makassar

Penulis: Syukur
Editor: Abu Asyraf
Pemkot Makassar Siap Fasilitasi Pelajar Papua yang Ingin Kuliah di Makassar
Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menghadiri diskusi bertema, "Memperkuat Solidaritas Harmoni Kebangsaan" di Makassar, Kamis (22/8/2019). 

RAKYATKU.COM - Pemerintah Kota Makassar membuka pintu lebar-lebar bagi pelajar asal Papua yang ingin melanjutkan pendidikan di Makassar.
 
Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suaeb bahkan menjanjikan akan memfasilitasi mereka. Janji itu disampaikan dalam acara diskusi bertema, "Memperkuat Solidaritas Harmoni Kebangsaan" di Makassar, Kamis (22/8/2019). 

Diskusi ini juga dihadiri oleh mahasiswa asal Papua.

"Jika ada yang ingin pindah sekolah (kuliah) ke Makassar, kami akan fasilitasi. Kami akan kerja sama dengan forum rektor untuk menampung dan melanjutkan pendidikan. Yakinlah, Makassar adalah rumah kita bersama," ungkap Iqbal.

Hal ini disampaikan Iqbal mengingat beberapa waktu terakhir terjadi beberapa gesekan dengan mahasiswa dari Papua. Termasuk di Makassar. 

Ia menyebut Pemerintah Kota Makassar serta TNI-Polri akan memberikan jaminan keamanan kepada mahasiswa Papua yang melanjutkan pendidikan di Makassar. 

"Pemkot dan TNI-Polri tentu akan membangun kerja sama untuk menjaga keamanan. Meski pun kemarin ada insiden kecil, namun kami pemerintah dan aparat TNI-Polri langsung turun tangan. Semua kerusakan diselesaikan. Buat posko dan jamin keberadaan, kelanjutan sekolah," tambahnya.

Loading...

Dikatakan pula, Makassar merupakan kota terbesar pendidikan di Kawasan Timur Indonesia. Bahkan Makassar diharapkan menjadi seperti Jogja yang berada di Pulau Jawa.

"Makassar merupakan kota terbesar di KTI terkait pendidikan selain perdagangan. Banyak universitas sehingga tak hanya mahasiswa yang datang dari timur tetapi juga datang dari barat," ujar Iqbal.

"Kami akan jamin keamanan. Jika kemarin-kemarin ada sesekali gesekan antar beberapa organda itu biasanya hanya karena perebutan wanita dan akhirnya pun selesai dengan dialog," lanjutnya.


 

Loading...
Loading...