Kamis, 22 Agustus 2019 03:00 WITA

Mantan Staf Ahok Ingin Jual Pin Emas, Sekretaris DPRD DKI Bilang Begini

Editor: Abu Asyraf
Mantan Staf Ahok Ingin Jual Pin Emas, Sekretaris DPRD DKI Bilang Begini
Ima Mahdiah bersama Ahok dalam sebuah kesempatan.

RAKYATKU.COM - Penolakan sejumlah caleg terpilih DPRD DKI Jakarta akhirnya mendapat tanggapan sekretaris dewan. Legislator dipersilakan menjualnya jika enggan memakainya.

Salah seorang anggota DPRD DKI Jakarta terpilih yang menolak pin emas itu adalah Ima Mahdiah. Politikus PDIP itu mantan staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan gubernur DKI Jakarta.

Jika dibolehkan, kata Ima, dirinya akan menjual pin emas yang diterimanya nanti. Uang hasil penjualan pin emas itu akan disumbangkan ke aplikasi Jangkau besutan Ahok. 

Aplikasi itu menawarkan bantuan benda untuk manula, anak-anak, serta penyandang disabilitas. 

Anggota DPRD terpilih dari PSI, Idris Ahmad, lain lagi. Dia mengusulkan pin anggota dewan tidak perlu dari emas.

"PSI Jakarta telah mengusulkan kepada Sekretariat Dewan untuk menggunakan pin yang terbuat dari kuningan khusus untuk delapan anggota terpilih dari PSI pada saat pelantikan nanti," katanya.

Sekretaris DPRD DKI Jakarta, M Yuliadi mengatakan, anggota DPRD DKI periode 2019 - 2024 boleh saja tidak menerima pin emas yang akan diberikan. 

Namun anggota DPRD DKI yang menolak pin itu nanti harus buat surat bahwa yang bersangkutan tidak bersedia menerima pin tersebut. 

"Kalau ditolak saya minta bikin surat mereka enggak terima. Jadi biar saya enggak disalahin. Saya simpan saja," kata Yuliadi, Rabu (21/8/2019). 

Loading...

Terkait ada anggota DPRD yang ingin menjual pin emas itu juga dipersilakan oleh Yuliadi karena telah menjadi milik anggota tersebut. 

"Itu kan hak mereka. Yang penting sudah diberikan," katanya.

Menurutnya, pin itu atribut yang digunakan anggota DPRD untuk membedakan masyarakat dengan anggota dewan. 

Bagi anggota DPRD DKI yang tak menerima pin emas, pinnya akan disimpan oleh Sekwan dan akan diberikan jika terjadi pergantian antar waktu (PAW). 

Sebanyak 106 anggota DPRD DKI Jakarta terpilih periode 2019-2024 akan mendapatkan pin emas 24 karat seberat 5 gram dan 7 gram. Berdasarkan keterangan di situs web apbd.jakarta.go.id.

Satu gram emas 24 karat seharga Rp761.000. Jika dikalikan, maka harga satu pin emas seberat 5 gram Rp3,8 juta, sementara harga satu pin emas seberat 7 gram yakni Rp5,3 juta. 


 

Loading...
Loading...