Kamis, 22 Agustus 2019 02:00 WITA

Ma'ruf Amin Hadiri Muktamar PKB, Mengapa Cak Imin Beri Gelar Ratu Lebah?

Editor: Abu Asyraf
Ma'ruf Amin Hadiri Muktamar PKB, Mengapa Cak Imin Beri Gelar Ratu Lebah?
KH Ma'ruf Amin menutup muktamar PKB di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8/2019).

RAKYATKU.COM - Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar memberi gelar baru bagi KH Ma'ruf Amin. Ratu lebah. Apa maksudnya?

Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, mengungkap gelar baru itu pada penutupan muktamar PKB di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8/2019). Acara itu ditutup wapres terpilih, KH Ma'ruf Amin.

Pada muktamar kali ini, lebah dijadikan simbol. Seekor lebah tampak hinggap di ujung kanan atas lambang PKB.

Cak Imin bilang, lebah salah satu hewan yang disebut dalam Alquran. Lebah dikenal hanya hinggap di tempat-tempat yang baik dan makan makanan yang baik.

"Nah, saya masih bingung di dalam rumah lebah itu ada pemimpinnya, ratu lebah. Perempuan ini siapa ini. Ternyata tadi siang temuannya perempuan ratu lebahnya adalah Organisasi Perempuan Bangsa. Itu internalnya," kata Cak Imin di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8/2019).

"Kalau internal lagi lebih internal lagi, saya kok semakin yakin ratu lebahnya adalah Kiai Ma'ruf Amin," imbuhnya yang disambut tepuk tangan hadirin seperti dikutip dari Detikcom.

Imin lalu menjelaskan alasannya menjadikan Ma'ruf Amin sebagai ratu lebah di PKB. Dia berbicara rekam jejak sang kiai.

loading...

"Karena beliau wapres, beliau punya pengalaman besar panjang bakti kepada PKB nyata. Sejak merintis, ada cerita luar biasa," sebut Imin.

Sementara Ma'ruf Amin mengajak PKB terus mengawal Undang-Undang Pesantren. Dia berharap, dengan diketuknya UU ini, pesantren bisa mendapatkan dana APBN.

"UU Pesantren nanti, saya harap PKB paling depan untuk meloloskan UU Pesantren sehingga nanti pesantren ada APBN-nya setiap tahun," kata Ma'ruf Amin di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali.

Ma'ruf juga berpesan agar para kader NU menjaga toleransi antarumat beragama. Dia meminta agar perbedaan tidak dijadikan alat untuk memecah belah.

"Perbedaan kita boleh ditoleransi sepanjang perbedaan itu masih di wilayah kesepakatan, kalau sudah di luar kesepakatan tidak boleh ditoleransi tapi harus diamputasi," tutur Ma'ruf Amin.

Loading...
Loading...