Selasa, 20 Agustus 2019 21:43 WITA

Kadernya Tersandung Narkoba, Ketum PPP: Ini Jadi Pelajaran!

Penulis: Rizal
Editor: Fathul Khair Akmal
Kadernya Tersandung Narkoba, Ketum PPP: Ini Jadi Pelajaran!
Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa angkat bicara terkait ditangkapnya caleg terpilih DPRD Kota Makassar dari partainya, RT. RT ditangkap anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, Selasa (20/8/2019).

RT saat ini ditangkap dan berstatus tersangka kasus kepemilikan sabu di Polrestabes Makassar. Suharso menyayangkan kadernya yang tersandung narkoba tersebut. Menurutnya, harusnya kader belajar dari rentetan masalah yang selama ini mendera PPP.

"Itu suatu pelajaran lagi. Yah, saya tidak tahu sampai kapan kita harus belajar lagi. Mudah-mudahan ini bukan karena percikan-percikan di internal. Tapi saya tidak mau berprasangka buruk. Ini bisa menimpa siapapun. Ini harus jadi pelajaran," ungkap Suharso saat ditemui Rakyatku.com saat menghadiri acara Rakorwil DPW PPP Sulsel di Kantor DPW PPP Sulsel, Jalan Sungai Saddang, Makassar, Selasa (20/8/2019).

Dirinya juga mengaku tak habis pikir kejadian tersebut bisa terjadi. Apalagi katanya, sebelum pencalegan, semuanya harus terlebih dahulu melewati tahapan tes bebas narkotika.

Loading...

"Padahal semua caleg harus lolos tes narkoba dulu (baru maju). Mudah-mudahan saja Saudara Rachmat ini bisa mengatasi masalahnya. Jangan kemudian kita ini gara-gara setitik noda begitu lalu semuanya menghakimi sedemikian rupa. Saya juga berprasangka baik dia bisa membuktikan bahwa setidaknya tidak seperti dengan dugaan orang-orang," bebernya.

Namun, Suharso mengaku jika masalah-masalah tersebut akan mampu diatasi oleh partainya. Dirinya juga berharap hal ini akan menjadikan partainya lebih matang dan dewasa lagi.

"Mudah-mudahan ini pertanda baik. Artinya partai ini sudah kenyang dengan masalah. Partai ini sudah punya mekanisme untuk menangani kondisi paling darurat sekalipun. Tapi memang ini tidak boleh terus berulang-ulang," demikian Suharso.

Loading...
Loading...