Selasa, 20 Agustus 2019 12:45 WITA

Tiga Bulan Tak Bayar Gaji Karyawan, Media Besar Malaysia Ini Terancam Ditutup

Editor: Aswad Syam
Tiga Bulan Tak Bayar Gaji Karyawan, Media Besar Malaysia Ini Terancam Ditutup
Karyawan Utusan Group tuntut gaji (kiri). Utusan Malaysia (kanan).

RAKYATKU.COM, MALAYSIA - Media-media di bawah Utusan Group, terancam ditutup total, jika mereka gagal menjual beberapa aset dalam beberapa minggu mendatang. Demikian dilansir dari Sinar Harian.

Ini muncul ketika laporan dari The Star, yang mengungkapkan semua publikasi di bawah Utusan Group, yaitu Utusan Malaysia, Mingguan Malaysia, Kosmo!, dan Kosmo! Ahad, akan sepenuhnya mematikan publikasi cetak dan online mereka.

Presiden Serikat Jurnalis Nasional Peninsular Malaysia (NUJ), Mohd Taufek Razak, menginformasikan hasil dari pertemuan dengan manajemen tertinggi Utusan Group. Jika aset perusahaan tidak segera terjual, tidak ada cara lain selain mematikan seluruh operasinya.

“Di pagi hari, kami (NUJ) bertemu dengan Ketua Eksekutif Grup Utusan, Datuk Abd Aziz Sheikh Fadzir di Kementerian Sumber Daya Manusia. Menurutnya, mereka perlu menutup operasi Utusan karena mereka tidak mampu menanggung biayanya,” kata Mohd Taufek seperti dilansir dari Worldofbuzz.

“Manajemen (Utusan Group) mengambil keputusan karena mereka memiliki dana yang tidak mencukupi untuk membayar gaji pekerja saat ini, di masa depan dan jatuh tempo. Mereka tidak punya uang dan mereka tidak membuang aset saat ini,” katanya kepada pers setelah protes di kompleks Utusan Malaysia, Senin, 19 Agustus 2019 kemarin.

Mohd Taufek mengatakan,  saat ini, tidak ada bantuan yang disediakan oleh UMNO. Dia menambahkan, UMNO mendapatkan popularitas dengan menggunakan Utusan sebagai media mereka dan alat untuk propaganda.

Loading...

Grup Utusan belum memberikan gaji kepada staf mereka sejak Juni 2019. Grup ini memiliki sejarah membayar staf mereka terlambat.

Gaji untuk staf eksekutif dihentikan selama dua bulan. Staf eksekutif dibayar setengah dari gaji mereka RM2.000 (Rp6 juta) pada bulan Juni tahun ini.

Beberapa staf terus bekerja di sana, bahkan tanpa gaji karena mereka masih mencintai Utusan. Bahkan ada beberapa anggota staf yang harus meminjam uang dari rentenir, hanya untuk mencari nafkah.

Hampir 100 anggota staf dari Utusan Group memprotes untuk menuntut gaji mereka yang belum dibayar sejak Juni hingga Agustus 2019.

Diharapkan para pekerja akan mendapatkan gaji mereka yang tidak dibayar segera, sehingga mereka dapat menutupi semua biaya hidup mereka.

Loading...
Loading...