Selasa, 20 Agustus 2019 09:42 WITA

Pria Ini Kenal Gadis Lumpuh di PUBG, Tanpa Diduga Mereka Jatuh Cinta dan Menikah

Editor: Aswad Syam
Pria Ini Kenal Gadis Lumpuh di PUBG, Tanpa Diduga Mereka Jatuh Cinta dan Menikah
Siti Aisyah Zaid (22), dan suaminya, Amirul Syahmi Mohd Yazid

RAKYATKU.COM, MALAYSIA - Seorang pria berusia 25 tahun asal Johor, Malaysia, berkenalan dengan seorang gadis tahun lalu. Perkenalan mereka unik, melalui game online PUBG. Sekarang mereka menikah, meski gadis itu ternyata lumpuh.

Pasangan itu menikah satu sama lain bersama 17 pasangan lainnya, pada acara upacara yang diadakan oleh Kelab Kebajikan Pejabat Kadi di distrik Batu Pahat di  Institut Pendidikan Guru (IPG)  Tun Hussein Onn Kampus Batu Pahat, 18 Agustus 2019 lalu. Demikian laporan Sinar Harian.

Siti Aisyah Zaid (22), mengaku bersyukur bahwa suaminya, Amirul Syahmi Mohd Yazid, bersedia menerima kekurangannya. Meskipun pada awalnya, dia memiliki tubuh fisik yang normal sama seperti orang lain.

“Kedua kaki saya lumpuh setelah saya terlibat dalam kecelakaan sepeda motor di Parit Raja dua tahun lalu. Saat itu, saya masih belum mengenal suami saya, meskipun kami tinggal di distrik yang sama,” ucapnya.

“Kami hanya bertemu tahun lalu secara tidak sengaja melalui video game online, Player Unknown's Battleground (PUBG), tahun lalu. Mulai dari sana, hubungan kami menjadi lebih akrab sampai berkembang menjadi cinta,” katanya.

Keputusan untuk menikah dengan kekasihnya, dimulai ketika Amirul Syahmi memberi tahu keluarganya tentang acara perayaan beberapa bulan lalu.

Loading...

Menurutnya, dia secara pribadi puas dengan upacara pernikahan. Bahkan dengan pembayaran RM3.500. Ini karena pernikahan dilakukan dengan cara yang hidup, dan akan menjadi salah satu kenangan terindah untuknya dan istrinya.

Menurut Kadi Distrik Batu Pahat ,  Dzulkafli Mohamed, ini adalah program solemnisasi kedua yang diadakan sejak 2016. Ini adalah salah satu inisiatif dari Kelab Kebajikan Pejabat Kadi untuk kabupaten Batu Pahat, guna mendorong para calon pengantin dari kabupaten tersebut, untuk mengatur rumah tangga mereka sendiri.

“Meskipun kami mempublikasikan acara dalam rentang empat bulan sebelumnya, tanggapan yang diterima sangat mendukung, karena kami menyadari bahwa banyak biaya yang diperlukan untuk menikah. Setelah ini, kami berencana mengadakan acara seperti ini dua kali setahun,” ujarnya.

“Yang menarik kali ini adalah, bahwa semua pasangan akan dirayakan selama dua hari dan satu malam. Akan ada banyak kegiatan termasuk akomodasi hotel, makan malam dengan penerangan lilin, undian berhadiah dan konvoi bagi mereka yang sudah menikah,” katanya.

Loading...
Loading...