Selasa, 20 Agustus 2019 08:00 WITA

Sandwich yang Dimakan Pria Muslim Ini Selama 12 Tahun Ternyata Tak Halal

Editor: Nur Hidayat Said
Sandwich yang Dimakan Pria Muslim Ini Selama 12 Tahun Ternyata Tak Halal
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Seorang pria muslim di Inggris, Khalid Qadeer, menemukan salah satu bahan sandwich kesukaannya ternyata tidak halal. Padahal dia telah memakannya selama 12 tahun.

Dilansir Metro, Qadeer menemukan sandwich bermerek Pret menemukan cuka anggur putih jadi salah satu bahan sanwich kesukaannya. Qadeer menilai, cuka anggur putih itu tak halal. 

Selain itu, juga bertentangan dengan kepercayaan agamanya karena ada kandungan alkoholnya.

Pret telah memasukkan daftar bahan-bahan lengkap yang terperinci pada sandwich-nya setelah kematian dua pelanggan yang menderita reaksi alergi.

"Alkohol itu seperti alergi kacang bagi umat muslim yang taat. Mereka tak punya toleransi terhadap zat haram seperti alkohol," terang Qadeer.

"Menjadi seorang muslim saya tidak bisa mengonsumsi apa pun dengan campuran alkohol di dalamnya meskipun sedikit. Mungkin ada ribuan umat muslim yang membeli sanwich buatan Pret," beber Qadeer.

Pret adalah sebuah perusahaan makanan dan tempat minum kopi organik di London.

Loading...

Qadeer mengatakan kepada Pret CEO Clive Schlee dan telah menemuinya di sebuah toko di London untuk membahas masalah ini. Namun, ia merasa kekhawatirannya tidak direspons dengan baik.

Schlee hanya membuat pernyataan, "Kami telah menetapkan jauh lebih sedikit alkohol di bawah ambang label menjadi acuan sebagai perbandingan."

Seorang juru bicara Pret mengatakan, Sandwich tidak pernah diberi label halal. Selain itu pihaknya juga selalu menunjukkan daftar lengkap bahan pembuatnya.

"Sementara kami sangat menyesal bahwa Mr Qadeer merasa dirinya disesatkan, oleh makanan dan minuman yang dijual di Pret. Namun sesungguhnya kami tak pernah melabeli makanan kami sebagai makanan halal," jelas juru bicara Pret.

"Kami selalu mendorong siapa pun dengan kebutuhan untuk melakukan diet tertentu itu. Untuk memeriksa apakah suatu produk tersebut sudah cocok dan bagus untuk mereka apa tidak."

Loading...
Loading...