Senin, 19 Agustus 2019 07:30 WITA

Pendeta Benarkan Pendapat UAS, OPM Minta Amerika Hentikan Pasokan Senjata

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Pendeta Benarkan Pendapat UAS, OPM Minta Amerika Hentikan Pasokan Senjata

RAKYATKU.COM - Video OPM pembunuh Briptu Hedar yang meminta Amerika hentikan pasokan senjata ke Indonesia, menjadi berita yang paling populer.

Selain itu, pernyataan seorang pendeta yang membenarkan pendapat Ustaz Abdul Soma (UAS) dalam video salib juga ramai diperbincangkan.

Berikut tiga berita populer Rakyatku.com pada Minggu (19/8/2019) kemarin:

1. Video OPM Pembunuh Briptu Hedar Minta Amerika Hentikan Pasokan Senjata ke Indonesia

Sebuah video diunggah akun TPNPB-OPM ke youtube. Memperlihatkan bagaimana salah satu dedengkot kelompok separatis bersenjata OPM, Lekkagak Telenggen berpidato di depan anak buahnya.

Dikelilingi pria bersenjata, pembunuh Briptu Hedar itu berpidato dengan menggunakan bahasa Indonesia. Dia menghampar benda yang mirip amunisi. Dia memperlihatkan kalau itu adalah bom milik militer Indonesia.

"Kami tidak punya yang begini-begini," ujarnya sambil menunjuk benda-benda itu.

"Jadi kami mohon dunia internasional, Amerika dan Australia. Tolong, jangan kirim benda begini ke Indonesia," ujar Lekkagak. Selengkapnya baca di sini.

2. Pendeta Ini Benarkan Pendapat UAS, Ini Videonya

 Di tengah ramainya kecaman terhadap Ustaz Abdul Soma (UAS) dari kalangan Nasrani, atas viralnya video ceramah yang dinilai melecehkan salib dan Yesus, seorang pendeta tampil dan membenarkan pendapat UAS. 

Loading...

Dia adalah Pendeta Henry Tan Dianta. Dalam videonya yang beredar viral, Pendeta Henry membenarkan bahwa di dalam palang salib, sudah tidak ada roh Allah. Pasalnya, Yesus sudah bangkit.

"Bagaimana pak, ya bener dong. Artinya roh apa, pasti bukan roh Allah. Kalau bukan roh Allah roh apa, kembali ke Yohanes 8 ayat 44, Iblis yang jadi bapakmu. Selengkapnya baca di sini.

3. Kalahkan Dosen UNM, Ini Pemilik Gelar Terpanjang di Indonesia

Rekor dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) pecah. Penyandang gelar terpanjang kini dipegang dosen Universitas Tarumanagara (Untar), Yenita.

Perempuan ini memiliki 13 gelar akademik. Sepuluh di antaranya gelar magister. Dua lainnya S3 dan satu S1.

Nama lengkapnya, Dr Dr Yenita SE, MM, MBA, MSi, MT, MH, MPD, MAK, ME, MIKOM, MMSI. 

Sebelumnya, Wakil Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra UNM, Sukardi Weda menjadi pemegang gelar terpanjang.

Dia mengoleksi delapan gelar akademik. Hebatnya, seluruh gelar akademik itu diperoleh dari perguruan tinggi negeri. Termasuk enam gelar magister miliknya.

Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan itu bernama lengkap Dr H Sukardi Weda SS, MPd, MHum, MSi, MM, MSosI, MAP. Selengkapnya baca di sini.

Loading...
Loading...