Minggu, 18 Agustus 2019 00:01 WITA

"Ini Semua Pekerjaan Allah," Kisah Ibu Rawat 16 Anak dan Suami yang Lumpuh dengan Rp500 Ribu Sebulan

Editor: Andi Chaerul Fadli

RAKYATKU.COM - Seorang ibu di Malaysia membesarkan 16 anaknya dan juga merawat suaminya yang lumpuh hanya dengan RM150 atau sekitar Rp510 ribu sebulan. 

Dikutip dari mStar, kisah ini diceritakan seorang pengusaha Mohd Yazid Ismail. Dia berbagi kisah keluarganya tentang ibunya yang bertahan hidup merawat 16 saudara kandungnya.

"Saya memiliki 16 saudara dan 11 di antaranya, termasuk saya, adalah lelaki. Ada orang yang akan merasa stres dan sedih ketika mereka melahirkan lima anak laki-laki secara berurutan," katanya pada sebuah posting Facebook pada 7 Agustus.

"Tetapi bagi ibu saya, dia merasa santai ketika dia memiliki 11 anak laki-laki," 

Mohd Yazid mengatakan, dia kagum dengan ketekunan orang tuanya dalam membesarkan mereka sampai mereka masing-masing berhasil mengejar pendidikan tinggi di universitas.

Mohd Yazid, yang memiliki empat anak sendiri, menceritakan bahwa ayahnya menderita stroke dan lumpuh ketika ibunya mengandung saudara bungsunya pada tahun 1991.

Setelah itu, Mohd Yazid mengatakan keluarganya kehilangan sumber penghasilan utama dan menjalani kehidupan yang sangat sulit.

"Tidak ada tabungan karena saat itu kami hanya punya cukup uang untuk bertahan hidup. Alhamdulillah, masjid kemudian memberi kami RM150 setiap bulan," katanya.

"Ibu saya kemudian membesarkan kami semua 16 dan pada saat yang sama, merawat ayah saya yang lumpuh hanya dengan RM150 (S $ 50) sebulan. Bagaimana kita bisa bertahan? Ini semua adalah pekerjaan Allah, itu adalah berkat-Nya."

Mohd Yazid, yang merupakan anak ke-11, mengatakan berada dalam situasi itu juga telah mengajari saudara kandungnya untuk mandiri.

Sejak sekolah dasar, Mohd Yazid mengatakan mereka semua berkontribusi dengan mengambil pekerjaan seperti menjadi buruh, mengumpulkan botol dan kaleng untuk dijual, bertani, dan lainnya.

Dia mencatat bahwa di samping kehidupan yang sulit, dia tidak pernah melihat ibunya menyerah membesarkan mereka atau melihatnya menangis.

Mohd Yazid mengatakan dia bersyukur atas apa yang telah dikorbankan oleh kakak mereka untuk memastikan bahwa yang lebih muda dapat bertahan hidup.

Loading...
Loading...

Berita Terkait