Jumat, 16 Agustus 2019 20:14 WITA

Remaja Keguguran Usai Digilir 5 Pria Mabuk, Pacar Bunuh Diri karena Tak Bisa Melindungi

Editor: Aswad Syam
Remaja Keguguran Usai Digilir 5 Pria Mabuk, Pacar Bunuh Diri karena Tak Bisa Melindungi
Ilustrasi

RAKYATKU.COM, INDIA - Seorang wanita remaja berusia 19 tahun yang tengah hamil, mengalami keguguran setelah dirudapaksa secara brutal di Banswara, Rajasthan selatan, India. Demikian dilansir dari Daily Mail.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 13 Juli 2019. Korban bersama pacarnya, mengunjungi desa di Banswara dengan sepeda motor. Jarum jam waktu itu menunjukkan sekitar pukul 10 malam. Tiba-tiba, tiga pria menyergap pasangan itu.

Pelakunya menyerang korban dan pacarnya dengan pedang dan batang besi. Mereka juga merebut ponsel pacar korban.

"Pergilah, atau nyawamu melayang," ujar salah seorang pria mabuk ke pacar korban. Pria itu pun melangkah pergi.

Menurut Parbati Lal, petugas polisi distrik Banswara, ketiga pria itu, yang semuanya mabuk, membawa gadis malang itu ke lokasi terpencil dan memperkosanya.

Usai melaksanakan hajat bejatnya, mereka lalu membawa korban ke salah satu desa dan memanggil dua teman lagi, yang juga ikut memperkosa korban. Kelima orang itu diidentifikasi sebagai Sunil, Vikas, Jitendra, Naresh dan Vijay.

Para penjahat meninggalkan gadis itu di pinggir jalan keesokan harinya, Minggu, 14 Juli 2019, sekitar pukul 4 dini hari. Setelah kejadian itu, korban tidak melaporkan kejahatan yang menghebohkan itu.

Loading...

Waktu terus berganti. Seiring berjalannya waktu, sang pacar terus dihantui rasa bersalah. Pasalnya, dia tidak bisa melindungi pacarnya.

Sang pacar kemudian ditemukan menggantung diri pada sebuah pohon di desa itu.

Polisi menangkap salah satu pelakunya, Jitendra, sehubungan dengan bunuh diri pacar korban. Polisi juga menyita ponsel pacar korban dari tangan istri Jitendra. Usai mencuri ponsel tersebut, Jitendra menyerahkan kepada istrinya. Dan polisi dapat melacak lokasi rumah Jitendra berkat sinyal ponsel tersebut.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, polisi membuat penemuan tragis, bahwa korban telah membuat beberapa panggilan ke telepon pacarnya setelah serangan itu.

Mereka kemudian melacak lokasi gadis itu, dan mengetahui bahwa ia menerima perawatan untuk keguguran. Setelah polisi menemukannya, dia membuat laporan tentang kejadian itu. Polisi sejak itu mengajukan kasus tersebut di bawah penculikan, pemerkosaan geng dan, bunuh diri.

Para penjahat telah muncul di pengadilan pada Selasa, 13 Agustus 2019 lalu.

Loading...
Loading...