Kamis, 15 Agustus 2019 06:00 WITA

Blak-blakan Murid Silat yang Jadi Korban Pencabulan Oknum Polisi

Editor: Abu Asyraf
Blak-blakan Murid Silat yang Jadi Korban Pencabulan Oknum Polisi
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Cukup lama merahasiakan masalahnya, perempuan berinisial RT ini akhirnya buka suara. Intimidasi oknum polisi yang membuatnya nekat.

RT ini anggota perguruan silat. Pelatihnya oknum polisi yang bertugas di Polres Tapin. Pelaku berinisial IAD, berpangkat bripka. RT mengaku jadi korban pencabulan sejak berusia 16 tahun.

Tak tahan dengan pelaku, RT mengaku sempat kabur meninggalkan rumah demi menghindar. Dia mendapat kesempatan bekerja di salah satu perusahaan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. 

Mengetahui RT kabur, pelaku geram dan hampir setiap hari meneror dan mengancam orang tua korban.

Pelaku meminta kepada orang tua korban untuk segera memanggil RT pulang dan berhenti bekerja. Jika tidak, maka pelaku akan menyebarkan foto bugil korban. 

"Dia ngomong ke keluarga kalau saya harus pulang dari pada kena musibah dan menanggung malu," ujar RT Rabu (14/8/2019) seperti dikutip dari Kompas.com. 

Tak puas meneror keluarga korban, pelaku pun mencari tahu alamat tempat korban bekerja. Mendapat alamat tempat korban bekerja, pelaku pun mendatanginya dan meminta agar korban berhenti bekerja. 

Korban menolak, namun pelaku tak kehabisan akal. Pelaku lantas meminta bos korban agar memecat korban karena memiliki kasus.

Di hadapan bos korban, pelaku menceritakan bahwa korban tersangkut kasus foto bugil. 

Loading...

"Dia memaksa saya berhenti bekerja, karena kutolak, dia mendatangi bos dan meminta agar saya dipecat karena memiliki kasus foto bugil," tambah RT.

Tak ingin permasalahan berlanjut, korban pun terpaksa berhenti bekerja agar tidak terjadi salah paham dengan perusahaan tempatnya bekerja. 

Namun di sisi lain, jika korban berhenti bekerja, kejadian pencabulan dikhawatirkannya kembali terulang.

Setelah berhenti bekerja, korban yang sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan pelaku, akhirnya memutuskan menceritakan kasus ini kepada kedua orang tuanya. 

Bersama kedua orangtuanya, korban melaporkan pelaku ke Polres Tapin, yang tak lain adalah tempat pelaku bekerja. 

"Setelah dilaporkan, korban tak pernah lagi berhubungan dengan saya dan keluarga, informasi terakhir dia tahanan luar," ucap RT. 


 

Loading...
Loading...