Kamis, 15 Agustus 2019 02:30 WITA

Sidang Pembunuhan Daeng Kulle Ricuh, Keluarga Minta Dua Perempuan Dihadirkan

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Abu Asyraf
Sidang Pembunuhan Daeng Kulle Ricuh, Keluarga Minta Dua Perempuan Dihadirkan
Sidang lanjutan kasus pembunuhan Daeng Kulle di PN Sungguminasa, berakhir ricuh, Rabu (14/8/2019).

RAKYATKU.COM,GOWA - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Daeng Kulle di PN Sungguminasa, berakhir ricuh, Rabu (14/8/2019).

Sejumlah sanak keluarga korban tak henti-hentinya memaki kedua terdakwa yakni Daeng Bate dan Saleh. 

Bahkan salah seorang anggota keluarga mencoba mendatangi terdakwa lewat pintu samping sesaat setelah sidang usai.

Seorang anggota keluarga korban sempat mencoba mendobrak pintu tersebut. Namun, digagalkan petugas PN Sungguminasa dan aparat kepolisian Polres Gowa.

Mereka lagi-lagi meminta kepada majelis hakim untuk menghukum mati kedua terdakwa karena telah menghabisi nyawa Daeng Kulle di Puskesmas Patallasang secara sadis. 

Mereka juga menginginkan setiap sidang yang untuk bersifat terbuka.

Saudara Daeng Kulle yang enggan disebut namanya bermohon kepada majelis hakim untuk meghadirkan perempuan yang sering disebut sebagai dalang pembunuhan Daeng Kulle.

Loading...

"Hukum seberat-beratnya kedua terdakwa ibu hakim. Dia itu PKI. Dan tolong hadirkan itu perempuan ibu hakim. Hadirkan juga Malik yang merupakan perawat di Puskesmas itu. Dia yang tahu semuanya," teriak saudara korban di luar ruangan sidang, Rabu (14/8/2019).

Pihak keluarga mengaku kecewa atas persidangan yang dilakukan pada hari ini. Dia berulang-ulang kali memohon kepada majelis hakim untuk menghadirkan kedua orang tersebut. 

Sebelumnya, hakim anggota Amir Mahmud mengatakan, saksi yang hadir dalam persidangan, menyebut ada perempuan yang masuk ke dalam UGD Puskesmas tersebut, dan ikut melakukan pembunuhan.

Perempuan tersebutlah yang diinginkan pihak keluarga korban untuk dihadirkan.

"Hanya sebatas keterangan ada perempuan yang masuk ke UGD dan apa yang diduga oleh keluarga korban, bahwa perempuan itu diduga sebagai dalang, itu masih sebatas dugaan. Makanya perlu pembuktian," kata Amir kepada Rakyatku.com.


 

Loading...
Loading...