Rabu, 14 Agustus 2019 22:46 WITA

Aliansi Umat Islam Jeneponto Tolak Waria Ikut Lomba Gerak Jalan Indah, Ini Kata Sekda 

Penulis: Zul Lallo
Editor: Abu Asyraf
Aliansi Umat Islam Jeneponto Tolak Waria Ikut Lomba Gerak Jalan Indah, Ini Kata Sekda 
Aliansi Umat Islam Kabupaten Jeneponto bertemu Sekda Jeneponto, Syafruddin Nurdin, Rabu (14/8/2019).

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Aliansi Umat Islam Kabupaten Jeneponto menolak kelompok waria diikutkan lomba gerak jalan indah. Lomba ini rutin dilaksanakan untuk memeriahkan HUT RI.

Koordinator Aliansi Umat Islam Jeneponto, Rinto Toto menganggap, keterlibatan waria atau bencong dalam gerak jalan indah dapat merusak tatanan dalam bermasyarakat. 

"Jelas kami menolak keras bila ada gerak jalan waria. Harus ditiadakan di seluruh kecamatan di Jeneponto," tegas Rinto, Rabu (14/8/2019).

Dia meminta bupati Jeneponto, ketua DPRD, Kapolres, Kodim, dan Satpol PP agar menjaga masyarakat dari pengaruh buruk lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto, Syafruddin Nurdin mengatakan pada dasarnya pemerintah memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat yang sifat dasarnya untuk silaturahmi.

Namun perlu diketahui bahwa pemerintah tidak pernah mengundang. 

"Lomba gerak jalan diperuntukkan untuk putra dan putri. Bila ada di luar itu, maka wasit akan dibuat bingung. Ini di luar kriteria dan multitafsir. Saya katakan, ini janganlah ada seperti barisan waria. Untuk menyatakan kebenaran memang itu pahit," kata Syafruddin.

Kata dia, yang tidak layak dipertontonkan kepada masyarakat seperti perilaku waria ini, di antaranya tata cara berpakaian. 

Loading...

Sekda mengaku telah berkoordinasi dengan bupati dan wakil bupati agar waria tidak diikutsertakan dalam lomba HUT RI.

"Ini sudah diputuskan dan sudah disampaikan ke panitia lomba gerak jalan ke Ibu Verawati bahwa waria jangan ikutkan sebagai peserta gerak jalan. Jangan sampai Jeneponto ini dibuat malu," sebutnya.

Pengurus Majelis Fikrul Mustanir (MFM) Jeneponto, Akmar Arsy menambahkan, pihaknya mendapat informasi bahwa kelompok waria ikut mendaftar ke panitia.

Mereka mengatasnamakan diri Persatuan Waria Jeneponto (Perwajen). Atas informasi itu, Aliansi Umat Islam Jeneponto berinisiatif menemui Sekda Syafruddin Nurdin.

"Aliansi Umat Islam Kabupaten Jeneponto bersedia ikut membina para waria jika pemerintah memberikan amanah agar para waria ini bisa kembali ke jalan yang benar," jelas Akmal.

Diketahui, Aliansi Umat Islam Kabupaten Jeneponto ini beranggotakan BKPRMI, Wahdah Islamiyah, Jemaah Masjid Nurul Iman Bontosunggu, MFM, IMMT, DDTI, PSI, LAN, Balkop, penggiat sosial, LSM, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.


 

Loading...
Loading...