Rabu, 14 Agustus 2019 21:16 WITA

Akmal Pasluddin Sebut GBHN Tinggal Kemauan Politik, Surya Paloh Bilang Begini

Editor: Abu Asyraf
Akmal Pasluddin Sebut GBHN Tinggal Kemauan Politik, Surya Paloh Bilang Begini
Andi Akmal Pasluddin

RAKYATKU.COM - Wacana mengembalikan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) kian hangat. 

Badan Pengkajian MPR sudah melakukan kajian dan diskusi panjang dengan berbagai pihak. 

Hasilnya, banyak masyarakat yang ingin GBHN dihidupkan kembali.

"Di sinilah perlu GBHN yang bisa menjadi pedoman semua. Kajian dan rekomendasi di MPR sudah kuat tinggal kemauan politik saja," kata Andi Akmal Pasluddin, anggota DPR RI dari Fraksi PKS asal Sulsel.

"Pola pembangunan model GBHN merupakan representasi dan implementasi Pancasila yang ingin perencanaan dan pelaksanaan terarah dan legitimasinya kuat," lanjut mantan anggota DPRD Sulsel itu.

Sementara Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menilai wacana amendemen UUD 1945 perlu kajian. 

Paloh menyebut partainya di parlemen akan melihat urgensi dari wacana amendemen tersebut.

Loading...

"Saya pikir dalam pengkajian, kalau tidak menutup kemungkinan NasDem lihat mana jauh lebih berarti, kita ikut segera lakukan amendemen UUD, kita kembali ke UUD 1945 seutuhnya atau terima model dan sistem demokrasi yang seperti ini dengan segala konsekuensi," kata Paloh di kampus Universitas Indonesia, Rabu (14/8/2019).

Meski begitu, menurut Paloh wacana penghidupan kembali pembangunan model GBHN lewat amendemen terbatas UUD 1945 itu masih perlu dikaji. 

Jika amandemen itu membuat negara lebih baik, maka dia akan mendukung hal itu, tetapi jika tidak baik, menurutnya tak perlu ada yang diubah.

"Kalau kita anggap ini sudah paling bagus, semakin mendekati cita-cita kemerdekaan, ngapain kita ubah. Tapi kalau ancam negara kesatuan, kita ini hanya berikan kebebasan berserikat yang dipaparkan dengan kelompok radikalisme, sekali lagi radikalisme, dan garis keras, perlu kita kaji," katanya seperti dikutip dari Detikcom.


 

Loading...
Loading...