Rabu, 14 Agustus 2019 16:52 WITA

Bayi Prematur ini Secara Ajaib Kalahkan Dua Serangan Jantung dan Stroke

Editor: Suriawati
Bayi Prematur ini Secara Ajaib Kalahkan Dua Serangan Jantung dan Stroke
Phoebe Finch

RAKYATKU.COM - Seorang bayi prematur mengejutkan dokter karena berhasil mengalahkan dua serangan jantung, stroke dan sepsis sebelum dia berusia enam bulan.

Phoebe Finch lahir bersama dengan saudara kembarnya, Joe, pada bulan Februari 2018, di usia kehamilan 32 minggu.

Joe lahir lebih besar, dengan berat 1,9 kg sedangkan Phoebe hanya 900 gram.

Dokter di Rumah Sakit Kerajaan Sunderland mengatakan Phoebe menderita enterocolitis nekrotikans, yang menyebabkan jaringan ususnya terinfeksi dan mati.

Bayi Prematur ini Secara Ajaib Kalahkan Dua Serangan Jantung dan StrokeDia segera dipindahkan ke unit perawatan bayi khusus dan, pada usia dua minggu, si kecil harus menjalani operasi rumit untuk menghapus sebagian besar ususnya.

"Itu semua terjadi begitu cepat. Kami hidup setiap hari karena takut akan hal yang tidak diketahui," kata ibunya, Katie.

"Bahkan sejak awal setelah melahirkan Phoebe dan Joe lebih awal, mereka sangat kecil dan keduanya dalam ventilasi, kami tidak yakin apakah mereka akan selamat."

Tapi petarung kecil itu terus berjuang.

Loading...

Meski demikian, dia menderita serangan jantung beberapa minggu kemudian. Itu disebabkan oleh efek samping dari obat yang diberikan kepadanya untuk mengobati atresia paru-nya.

Untuk menutup lubang di jantungya, Phoebe menjalani operasi jantung terbuka. Tetapi dalam beberapa minggu bayi tersebut mengalami serangan jantung kedua.

Hal ini menyebabkan gumpalan darah di otak Phoebe  pecah sehingga dia menderita stroke.

Bayi Prematur ini Secara Ajaib Kalahkan Dua Serangan Jantung dan StrokeDan pada usia 23 minggu, ia mengalami sepsis dan dikirim kembali ke perawatan intensif serta diberikan antibiotik untuk membantu menghilangkan infeksi pada tubuhnya.

Pada saat dia mencapai enam bulan, yang terburuk telah berlalu. Dan pada usia 193 hari dia bisa pulang untuk bersatu dengan keluarganya, dan saudara kembarnya.

Petarung kecil itu masih membutuhkan operasi jantung, dan kondisinya terus dipantau dengan cermat.

Loading...
Loading...