Rabu, 14 Agustus 2019 16:26 WITA

"Koreksi Kalau Merasa Tidak Sesuai Ya?" Ujar Hakim Ketua ke Terdakwa Wahyu Jayadi

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Aswad Syam
Dengan rompi merah, Wahyu Jayadi duduk di kursi terdakwa, kasus pembunuhan terhadap Sitti Zulaeha Djafar di PN Sungguminasa, Gowa.

RAKYATKU.COM, GOWA - Rabu, 14 Agustus 2019. Sidang perdana kasus pembunuhan Sitti Zulaeha Djafar dengan terdakwa Wahyu Jayadi, berlangsung selama 45 menit di Pengadilan Negeri (PN) Sungguminasa.

Di awal persidangan, jaksa penuntut umum (JPU), membacakan kronologi kejadian terbunuhnya Sitti Zulaeha Djafar, mulai dari kampus hingga ditemukannya mayat korban di jalan STPP Kecamatan Bontomarannu. 

Pihak penasehat hukum terdakwa M Syafril Hamzah SH mengatakan, kliennya siap mengikuti setiap persidangan.

"Suasana kondusif dengan pembacaan dakwaan. Dan kami dari penasihat hukum tetap akan mengajukan pemberatan dan tanggapan di saat pembelaan pledoi. Jadi kami tidak menggunakan kesempatan dalam agenda esepsi," kata Syafril kepada media, Rabu (14/8/2019).

Loading...

Usai pembacaan dakwaan oleh JPU, Hakim Ketua, Muhammad Asri SH MH, didampingi hakim anggota Heriati SH MH, dan Rusdhiana Handayani SH MH, meminta terdakwa Wahyu Jayadi untuk mengoreksi segala sesuatu yang dibacakan jika tidak sesuai kejadian sebenarnya.

"Terdakwa bisa mengoreksi kalau merasa kejadian tidak sesuai dengan yang sebenarnya," ujar Hakim Ketua.

Hadir tim penasehat hukum terdakwa, yakni M Syafril Hamzah SH, Adillah Dinasty Shyafril SH, Muh. Dirfan Akbar ZA SH, dan Adi Sucopo Juana SH.

Loading...
Loading...