Rabu, 14 Agustus 2019 10:50 WITA

Sebelum Ditembak Mati, Gadis Remaja ini Mengaku Sudah Bunuh 17 Orang

Editor: Suriawati
Sebelum Ditembak Mati, Gadis Remaja ini Mengaku Sudah Bunuh 17 Orang
Gakirah Barnes (Chicago Sun-Times)

RAKYATKU.COM, CHICAGO - Seorang gadis remaja AS, yang disebut sebagai salah satu gangster paling terkenal di kotanya ditembak mati dalam serangan mengerikan.

Sebelum kematiannya, Gakirah Barnes membual bahwa ia telah membunuh 17 orang.

Gaya hidupnya yang haus darah membantu Gakirah menjadi salah satu anggota geng wanita paling terkenal dalam sejarah Amerika.

Dia tumbuh di pusat kota Chicago, Illinois, dan dikelilingi oleh geng.

"Teman-temannya mulai tertembak dan saya pikir dia tersedot ke dalam kehidupan geng. Dan dia menyadari di situlah dia akan mendapatkan rasa hormat dan kehormatan," kata Frank Main, seorang jurnalis di kota itu.

Gakirah, yang awalnya ingin menjadi pekerja sosial, adalah bagian dari Gangster Disciples.

Ketika salah satu teman terdekatnya, Shondale "Tooka" Gregory, ditembak dan dibunuh oleh anggota geng lawan pada tahun 2011, Gakirah bersumpah untuk membalas dendam.

Odee Perry, yang dicurigai membunuh Tooka, ditembak mati pada tahun itu juga, pada usia 20 tahun.

Loading...

Anggota Gangster Disciples kemudian mengubah nama wilayah mereka menjadi "Tookaville" untuk menghormati anggota mereka yang tewas.

Meskipun Gakirah tidak pernah didakwa dengan pembunuhan Odee, orang mengira dialah yang menarik pelatuknya.

Kecurigaan tetap ada selama tiga tahun berikutnya.

Lalu pada suatu hari, seorang pria berkerudung menembak Gakirah sembilan kali di jalan Chicago. Dia mati kehabisan darah pada usia 17 tahun.

"Dia dianggap sebagai salah satu penembak paling terkenal dalam sejarah lingkungan itu, dan dia seorang gadis," kata Main.

Dalam beberapa jam setelah berita kematiannya tersebar, anggota geng saingannya mengejeknya secara online.

Kasus tragis ini dieksplorasi dalam Secret Life of a Gang Girl, film dokumenter baru tentang Kejahatan dan Investigasi.

Loading...
Loading...