Selasa, 13 Agustus 2019 19:33 WITA

BPIP Beri Penghargaan 74 Individu dan Lembaga, Ada Iwan Fals dan Penemu Obat Kanker

Editor: Abu Asyraf
BPIP Beri Penghargaan 74 Individu dan Lembaga, Ada Iwan Fals dan Penemu Obat Kanker
Pimpinan BPIP saat bertemu Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

RAKYATKU.COM - Penyanyi balada legendaris Indonesia, Iwan Fals masuk daftar 74 orang dan lembaga yang akan mendapat penghargaan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Iwan Fals dianggap salah satu musisi tanah air yang menjadi teladan. Penghargaan bertajuk "Apresiasi Prestasi Pancasila 2019" akan diserahkan 19-21 Agustus 2019 di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Pelaksana tugas Kepala BPIP, Hariyono mengatakan, alasan pemberian penghargaan itu adalah karena salah satu pengarusutamaan Pancasila hambatannya adalah minimnya keteladanan. 

"Bukan tidak adanya teladan, tapi kurangnya sosok-sosok teladan yang diangkat di dalam ruang publik," ujar Hariyono dalam konferensi pers di Gedung BPIP, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Hariyono mengatakan Pancasila adalah ideologi masa depan. Sehingga dia berharap apresiasi itu akan memberikan inspirasi untuk membangun prestasi bangsa.

"Kami ingin menekankan bahwa Pancasila sebagai ideologi masa depan diharapkan bisa memberikan inspirasi untuk membangun prestasi dan reputasi bangsa depan," ucapnya.

Dalam acara yang dimeriahkan konser kebangsaan itu juga diserahkan penghargaan kepada 73 orang dan lembaga lainnya.

Loading...

Deputi Pengendalian dan Evaluasi BPIP, Rima Agristina menambahkan, juga diisi seminar bertajuk "Pancasila sebagai Platform Pembangunan Manusia dan Kebudayaan" di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) serta wilayah Solo dan sekitarnya. 

Acara dilanjutkan dengan malam penganugerahan dan penobatan 74 individu dan lembaga penerima prestasi Pancasila.

Dari 74 individu dan lembaga yang menjadi ikon prestasi dibagi ke dalam empat kategori. Antara lain kategori sains dan inovasi yang di dalamnya terdapat nama Asya Aurealya Maharani dan Anggina Rafiyri yang disebut sebagai penemu obat kanker.

Pada kategori olahraga, terdapat nama pelari, Lalu Muhammad Zohri. Pada kategori, sosialpreneur ada nama Bripka Bastian Tuhuteru dan Serka Darwis serta Komunitas Adat Sunda Cirendeu. 

Penerima apresiasi paling muda berusia 11 tahun atas nama Samanta Edisthso, atlet catur cilik asal Bandung. Sementara yang tertua berusia 96 tahun atas nama Profesor Saparinah Saldi.

Loading...
Loading...