Selasa, 13 Agustus 2019 14:04 WITA

Pria Ini Buka Kursus Jadi Manusia Purba, Minat?

Editor: Andi Chaerul Fadli
Pria Ini Buka Kursus Jadi Manusia Purba, Minat?

RAKYATKU.COM - Guido Camia dapat menunjukkan kepada Anda cara menyalakan api hanya dengan menggunakan batu. Juga cara bertahan hidup dengan memakan serangga dan membangun tempat perlindungan di hutan.

Pria berusia 37 tahun itu awalnya berprofesi sebagai koki untuk toko kue. Sekarang dia mencari nafkah dengan menawarkan kursus bertahan hidup ala Neanderthal di Pegunungan Alpen, Italia, dikutip dari Asia One, Selasa (13/8/2019).

Pada salah satu perjalanan akhir pekannya, Anda dapat menyaksikannya memanjat batu dan menangkap ikan dari sungai tanpa alas kaki. Dia  mengenakan kulit binatang, membawa tombak dan tampak seperti sesuatu yang keluar dari The Flintstones, serial kartun.

Kursus survival outdoor Camia juga dilengkapi dengan cap persetujuan resmi.

"Selama lima tahun terakhir, kursus saya telah diawasi oleh Federasi Kelangsungan Hidup Internasional Italia (FISSS)," katanya kepada AFP.

Camia mengatakan dia juga memberikan kursus dalam pakaian yang lebih tradisional, tetapi hasratnya akan palaeolitik memberinya gagasan tentang Neanderthal.

Neanderthal adalah manusia yang hidup sekitar 400.000 hingga 40.000 tahun yang lalu. "Sangat cerdas," kata Camia.

"Dia menemukan api. Dia mampu beradaptasi dengan segala cuaca."

"Dia adalah seorang pengembara yang sering berpindah-pindah, tinggal di gua-gua, tetapi juga tahu bagaimana membangun tempat perlindungan kecil."

Loading...

Untuk harga awal, dia mematok tarif 80-100 euro atau setara Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta per orang per malam. Biaya itu termasuk kursus dasar dan akomodasi di tempat penampungan bivak.

Camia mengatakan, dia juga menawarkan sesi dua atau tiga jam untuk keluarga dan kelompok siswa.

"Aku menunjukkan kepada mereka bagaimana Neanderthal hidup, apa yang mereka makan, bagaimana mereka menyalakan api, menggunakan tombak. Aku menunjukkan kepada mereka bagaimana menggunakan peralatan dasar untuk memasak."

Untuk pelanggan yang memilih kursus bertahan hidup pemula, dia memberi mereka cukup bahan untuk bertahan hidup.

Tetapi pelanggan yang lebih maju harus menemukan makanan mereka sendiri selama beberapa hari.

"Itu membuat orang mengerti bahwa otak menggunakan energi paling banyak. Dan bahkan perhitungan yang sangat sederhana menjadi sulit setelah tiga hari tanpa makanan," kata dia.

Camia menegaskan dia bukan ahli teori kolapsologi yang percaya akan runtuhnya peradaban industri.

"Tetapi kita harus tahu bagaimana beradaptasi dengan perubahan iklim, untuk jenis makanan lain dan untuk dapat mengubah cara hidup kita," katanya.

Loading...
Loading...