Selasa, 13 Agustus 2019 10:47 WITA

Inilah Bajakah, Tanaman Fenomenal Penyembuh Kanker Stadium 4 

Editor: Abu Asyraf
Inilah Bajakah, Tanaman Fenomenal Penyembuh Kanker Stadium 4 
Presenter Kompas TV, Aiman Witjaksono meminum air dari potongan bajakah.

RAKYATKU.COM - Bajakah tiba-tiba jadi tanaman fenomenal. Betapa tidak, penderita kanker yang sudah mulai putus asa akhirnya bisa sembuh hanya dalam sebulan.

Tanaman jadi terkenal lewat hasil penelitian dua siswi SMA asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Dia meraih medali emas atau menjadi juara dunia di Korea Selatan berkat penelitiannya terkait tanaman bajakah.

Hasil penelitiannya, tanaman bajakah bisa menyembuhkan kanker. Selama ini, pengobatan kanker masih dilakukan melalui kemoterapi atau operasi untuk membuang sel kanker yang menggerogoti tubuh. 

Berawal sejak 2018, bajakah diolah secara sederhana hingga dilakukan uji laboratorium resmi terhadap kandungan bajakah di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Mei 2019. 

Hasilya, akar bajakah terbukti mengandung antioksidan yang berlimpah dan bisa menjadi penyembuh kanker. 

Bajakah merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah yang sudah lama dipakai sebagai penyembuh kanker secara turun-temurun oleh nenek moyang suku Dayak. 

Guru pembimbing Karya Ilmiah Remaja SMA 2 Palangkaraya, Herlina mengatakan, belum pernah ada penelitian ilmiah terhadap bajakah. Hingga muncul anggapan dari masyarakat setempat yang mengindentikkan tanaman bajakah dengan hal berbau mistis.

Setelah pengujian laboratorium, tanaman Bajakah terbukti mengandung 40 macam zat penyembuh kanker di antaranya saponin, fenolik, steroid, terpenoid, tannin, alkonoid dan terpenoid. 

Konon, tanaman ini hanya ada di Kalimantan Tengah dan tumbuh dalam jumlah terbatas. Herlina mengatakan, tanaman ini kemungkinan besar tidak bisa dibudidayakan karena kandungannya akan berbeda dengan tanaman yang tumbuh di habitat aslinya. 

"Kalau dibudidayakan kandungannya akan berbeda dengan tanaman yang ada di habitatnya karena dari struktur dan zat haranya berbeda," kata dia seperti dikutip dari Kompas.com. 

Loading...

Tanaman bajakah tumbuh di lahan gambut hutan pedalaman Kalimantan dan memiliki bentuk batang bersulur. Tanaman ini tumbuh dengan cara merambat meski memiliki batang yang cukup kuat dan besar. Bahkan, tanaman ini bisa merambat pada ketinggian lima meter hingga ke puncak pohon lain yang dirambatinya. 

Tumbuhan ini hanya hidup di lokasi rimbun dimana sinar matahari tak banyak masuk karena tertutup rimbunnya hutan. 

Untuk mengolah tanaman bajakah menjadi obat kanker, prosesnya dilakukan melalui pengeringan dengan bantuan matahari. Setelah itu, cacah tanaman yang telah mengering. Kemudian, tumbuk hingga menjadi bubuk dan rebus. 

Satu gram bubuk bajakah direbus dengan air selama 30 menit dan minum air rebusan tersebut sebagai pengganti air minum setiap hari. 

Rasa rebusan air bajakah memiliki warna seperti teh dan rasa yang hambar. Namun, hanya mengonsumsinya dalam dua bulan mampu menghilangkan tumor. 

Aiman Witjaksono dalam program AIMAN di Kompas TV sempat mendatangi langsung lokasi tumbuhnya bajakah. Dalam kesempatan itu, Aiman bahkan sempat meminum air yang keluar dari potongan bajakah.

"Rasanya seperti minum air putih biasa," komentar Aiman usai meminum air murni bajakah.

Loading...
Loading...