Senin, 12 Agustus 2019 15:29 WITA

Diduga Ada Manipulasi Data PKH di Bantaeng, Dinsos Sulsel Ancam Pendamping

Penulis: Irmawati Azis
Editor: Abu Asyraf
Diduga Ada Manipulasi Data PKH di Bantaeng, Dinsos Sulsel Ancam Pendamping
Kepala Seksi Jaminan Sosial (Jamsos), Dinas Sosial (Dinsos) Sulawesi Selatan, Parngodes

RAKYATKU.COM,BANTAENG - Dinas Sosial Sulsel turut angkat bica terkait dugaan manipulasi data bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Bantaeng.

Diketahui, dugaan manipulasi data ini berdasarkan temuan dari LSM DPD Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRa) Bantaeng.

Pihaknya menilai dugaan manipulasi data ini berdampak pada penerima yang tidak tepat sasaran.

Kepala Seksi Jaminan Sosial (Jamsos), Dinas Sosial (Dinsos) Sulawesi Selatan, Parngodes mengaku mengapresiasi jika ada temuan tersebut.

"Kalau ada temuan seperti itu dan kepala desa mengakui (ada penerima yang mampu) itu gampang. Tinggal kepala desa melakukan musyawarah desa melibatkan tokoh masyarakat," ujarnya, Senin (12/8/2019).

Dari musyawarah desa itu, kata Parngodes, bahwa diputuskan apakah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) itu masih layak atau tidak menerima bansos PKH.

"Kalau ada memang ditemukan seperti itu, harus dikeluarkan. Jangan berlarut-larut, jangan lagi dijadikan peserta," tegasnya.

Loading...

Saat ini, kata dia, pihaknya giat dalam melakukan graduasi atau mengeluarkan dari daftar penerima PKH bagi KPM yang sudah dianggap mampu.

"Informasi yang saya terima, di Bantaeng ada beberapa yang harus digraduasi karena sudah dianggap mampu," ungkapnya.

Bagi warga miskin yang belum terdaftar dana bansos itu, kata dia, agar menunggu giliran. "Yang penting terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT) penerima bansos.

"Yang belum dapat itu masih banyak tersusun dalam BDT. Nanti yang lain keluar, itu diganti yang lain. Penggantinya tidak langsung diusulkan begitu. Itu (dari pusat) Jakarta yang menentukan," pungkasnya.

Dirinya pun mengingatkan, bahwa KPM yang berstatus sebagai pelajar atau disabilitas harus memegang sendiri kartu ATM-nya.

"Tidak boleh diwakili, apalagi ATM-nya (jika) dipegang oleh pendamping itu tidak boleh itu. Kalau ada seperti itu bisa ditangkap polisi," cetusnya.

Loading...
Loading...