Sabtu, 10 Agustus 2019 17:45 WITA

Analisa Pengamat di Balik Ucapan Mega yang Minta Didekati Prabowo untuk Pilpres 2024

Editor: Abu Asyraf
Analisa Pengamat di Balik Ucapan Mega yang Minta Didekati Prabowo untuk Pilpres 2024
Pertemuan Prabowo dengan Megawati beberapa waktu lalu.

RAKYATKU.COM - Dalam sambutan pada pembukaan Kongres V PDIP, Megawati Soekarnoputri sempat membuat pernyataan menarik. Dia mengajak Prabowo mendekat bila masih ingin maju Pilpres 2024.

Pengamat politik Indo Barometer M Qodari menyampaikan, itu salah satu sinyal kuat kedekatan Prabowo-Megawati. Sinyal lainnya adalah jamuan makan nasi goreng di kediaman Megawati.

Tidak hanya akrab secara personal, tapi bisa juga diterjemahkan dalam hubungan politik yang saling mendukung satu sama lain. 

"Bukan tidak mungkin nanti Prabowo akan menjalin koalisi dengan calon yang diusung PDIP," kata Qodari di lokasi kongres PDIP di Bali seperti dikutip dari Jawapos.com.

Dukungan tersebut, jelas Qodari, bisa berbentuk macam-macam. Bisa berbentuk kerja sama di parlemen, kerja sama di pilkada 2020, hingga koalisi di Pilpres 2024.

Saat ini Megawati dinilai sebagai godmother bidang politik. Sehingga wajar kalau kemudian Prabowo merapat ke Megawati.

Loading...

Di sisi lain, saat ini sosok yang paling potensial untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024 adalah Prabowo. Karena itu, Gerindra harus menjalin hubungan harmonis dengan PDIP sebagai pemenang Pemilu 2019. 

"Kalau nanti (ingin maju capres 2024, Red) nggak tahu kapan. Tolong deketin saya ya, Mas Bowo (Prabowo, Red),” seloroh Megawati pada pembukaan kongres.

Menurut Qodari, nasib Prabowo sebagai capres sangat bergantung nanti pada 2022 atau 2023. Biasanya dua atau satu tahun menjelang pilpres akan muncul sosok alternatif. Pola itu mirip dengan saat kemunculan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2014. 

“Jangan lupa, saat ini Prabowo adalah capres terkuat kedua setelah Jokowi. Apakah nanti ada yang muncul selain Prabowo, kita tunggu saja,” imbuhnya.

Loading...
Loading...