Minggu, 11 Agustus 2019 02:00 WITA

Pengebom Somalia yang Tewaskan Walikota Ternyata Wanita Buta

Editor: Andi Chaerul Fadli
Pengebom Somalia yang Tewaskan Walikota Ternyata Wanita Buta

RAKYATKU.COM - Seorang wanita yang menewaskan tujuh orang dalam ledakan bunuh diri di Somalia pada bulan lalu ternyata buta. Wanita itu juga diketahui bekerja pemerintah setempat, telah terungkap.

Ledakan bulan lalu menewaskan enam orang dan walikota Mogadishu, dikutip dari Mirror Online, Minggu (11/8/2019).

Badan keamanan internal Somalia mengatakan wanita itu mendapat bantuan dari seorang rekan kerja di pemerintah kota sebelum serangan bunuh diri.

Kelompok militan yang terkait dengan Al Qaeda, Al Shabaab, yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah Somalia yang didukung PBB, mengaku bertanggung jawab atas serangan 24 Juli di ibukota Somalia itu.

Walikota Abdirahman Omar Osman, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Partai Buruh di London, meninggal karena luka-lukanya seminggu kemudian di Qatar di mana ia dirawat di rumah sakit.

"Temuan awal menunjukkan seorang wanita yang bekerja di pemerintah daerah meledakkan dirinya dengan bantuan wanita lain, yang ... juga bekerja di pemerintah setempat," 
kata kementerian keamanan dalam sebuah pernyataan yang dilansir kantor berita negara.

Itu adalah penggunaan al-Shabaab pertama yang diketahui tentang orang cacat sebagai pembom bunuh diri dan pernyataan itu menyarankan pembom itu menggunakan kebutaannya untuk melewati keamanan dan mencapai kantor walikota.

Loading...

Keberadaan rekan kerja wanita buta itu, yang menurut kementerian juga seorang wanita dan membantunya melakukan serangan, tidak diketahui.

Sebulan sebelum pemboman, kedua wanita itu pergi dari tempat kerja, kata pernyataan kementerian itu, dan mengunjungi daerah Somalia yang dikuasai oleh al Shabaab.

"Pembom wanita dinonaktifkan (buta).

"Dia menyalahgunakan kesempatan itu dan bertindak dengan permusuhan terhadap bos dan orang-orang yang bekerja dengannya," kata pernyataan kementerian itu.

Osman melarikan diri sebagai pengungsi ke Inggris setelah perang saudara meletus di Somalia pada tahun 1991, memperoleh gelar master, menjadi warga negara yang dinaturalisasi dan bekerja di departemen perumahan di wilayah Ealing di London.

Dia kemudian kembali ke Somalia untuk membantu membangun kembali tanah kelahirannya yang hancur karena perang di Tanduk Afrika.

Loading...
Loading...