Jumat, 09 Agustus 2019 01:01 WITA

Bupati Gowa Harap Sekolah jadi Tempat Penanaman Karakter Anak

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Adil Patawai Anar
Bupati Gowa Harap Sekolah jadi Tempat Penanaman Karakter Anak

RAKYATKU.COM, GOWA - Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan berharap seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Gowa dapat menjadi tempat pembentukan karakter bagi anak. 

Apalagi pada penilaian Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun ini termasuk didalamnya pembentukan dan pengembangan karakter atau prilaku dari seluruh anak-anak peserta didiknya. 

"Saya sangat setuju adanya penilaian dari segi pembentukan karakter anak, khususnya kepada seluruh sekolah yang memang masuk menjadi penilaian sekolah sehat ini," katanya Saat menerima Tim Penilai Sekolah Sehat di SMP 3 Sungguminasa, Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Kamis (8/8/2019). 

Bupati Gowa Harap Sekolah jadi Tempat Penanaman Karakter Anak

Ia mengaku, pengembangan karakter anak inilah yang menjadi alasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa pada 2015 lalu hingga saat ini mempersiapkan pembentukan karakter yang lebih baik kepada anak-anak sejak dini hingga ke generasi kedepannya. 

Salah satu langkah rill yang dilakukan untuk mencapai itu adalah dengan menghapuskan mata pelajaran membaca dan menulis di kelas 1 dan 2 pada seluruh sekolah negeri di wilayah Kabupaten Gowa. Bahkan aturan yang diterapkan sejak 2015 lalu ini menjadi satu-satunya yang diberlakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia. 

"Penghapusan baca dan tulis hingga berhitung ini tidak lain untuk bisa membentuk karakter anak-anak kita sejak dini. Kita telah buatkan tim pakar untuk kurikulum bermain yang didalamnya telah diajarkan pengetahuan nasionalisme, agama, etika, dan adat budaya lokal," jelasnya. 

Bupati Gowa Harap Sekolah jadi Tempat Penanaman Karakter Anak

Lanjutnya, sebelum digagasnya aturan tersebut, tim pakar juga terlebih dahulu melakukan observasi dengan mengambil refrensi kebijakan pendidikan diberbagai daerah. Antara lain, Jepang, Finlandia, Korea dan beberapa negara dan ibu kota lainnya. 

Loading...

Ia mencontohkan, di Jepang orang tua lebih khawatir jika anaknya tidak mengenal budaya mengantri ketimbang pintar membaca dan menulis. Alasannya, belajar menulis dan membaca bisa dilakukan tiga hingga enam bulan , sedangkan membangun kebiasaan mengantri itu sangat lama dan susah. 

"Membentuk karakter anak ini harus dilakukan pada usia keemasannya yaitu di usia 0 hingga 8 tahun dan sekolah menjadi salah satu tempat untuk belajar dalam membentuk karakter anak," terangnya. 

Bupati Gowa Harap Sekolah jadi Tempat Penanaman Karakter Anak

Ditempat yang sama, Ketua Tim Penilaian Sekolah Sehat Zulkifli mengatakan, jika pada 2018 lalu, lomba tersebut diberi nama Sekolah Sehat maka tahun ini ditambah Sekolah Sehat Berkarakter. Tentunya ini akan mengikuti syarat dan penilaian dari lomba tersebut. 

"Kita akan mengukur sejauh mana karakter yang sudah tertanam pada peserta didik yakni bagaimana prilaku hidup bersih dan sehat itu sudah menjadi budaya yang dibangun peserta didik di lingkungan sekolahnya," terangnya. 

Dalam penilaian, pihaknya akan melakukan verifikasi melalui observasi yang dilakukan untuk melihat apakah data yang masuk ke pusat sesuai dengan fakta di lapangan. 

"Ini yang kita nilai apakah standar sekolah sehat yang disusun tim penilai telah terpenuhi di sekolah ini. Jika terpenuhi maka kita pastikan gelar sebagai Sekolah Sehat dan Berkarakter dapat diraih," katanya. 

Loading...
Loading...