Kamis, 08 Agustus 2019 10:55 WITA

Demi Konten YouTube, Pria Ini Tewas Lompat dari Cerobong Asap Tapi Parasutnya Tak Terbuka

Editor: Andi Chaerul Fadli
Demi Konten YouTube, Pria Ini Tewas Lompat dari Cerobong Asap Tapi Parasutnya Tak Terbuka

RAKYATKU.COM - Seorang YouTuber menyelinap ke sebuah pabrik semen di tengah malam untuk melompat dari salah satu cerobong asap setinggi 150 kaki. Namun dia meninggal ketika parasutnya gagal terbuka.

YouTuber berusia 29 tahun itu melemparkan dirinya sendiri dari gedung Fontcalent di San Vicente del Raspeig di Alicante pukul 1 dini hari kemarin pagi, dikutip dari Mirror Online, Kamis (8/8/2019).

Tujuannya adalah untuk merekam lompatan dan mempostingnya di saluran YouTube dengan nama Daredevil yang didedikasikan untuk olahraga ekstrim.

Seorang teman bersamanya saat itu mengangkat alarm ketika pembalap Spanyol Ruben Carbonell jatuh ke tanah, sekarat seketika.

Investigasi sedang dilakukan untuk mengetahui bagaimana pasangan itu masuk ke pabrik semen dan berhasil memanjat cerobong asap.

Menurut laporan, almarhum dan temannya melompati pagar yang mencegah akses ke pabrik perusahaan Cemex.

Begitu masuk, keduanya naik ke puncak menara sekitar 50 meter, tempat Ruben melompat pertama.

Namun, parasut gagal dibuka dan pria muda itu meninggal karena luka-lukanya.

loading...

Rekannya menghubungi layanan darurat yang bergegas ke tempat kejadian tetapi tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkannya.

Orang yang mati berspesialisasi dalam olahraga berisiko dengan video YouTube-nya menunjukkan dia melompat dari jembatan, serta paralayang dan terjun payung.

Lompat pangkalan adalah salah satu olahraga ekstrem paling berbahaya yang ada dan melibatkan penerjun terjun dari bangunan atau tebing.

'Pangkalan' singkatan dari bangunan, antena, bentang (jembatan) dan bumi (tebing) dan merujuk ke tempat-tempat peserta dalam lompat olahraga.

Cemex membenarkan bahwa pria yang meninggal itu dan temannya telah "menyelinap" ke dalam fasilitas, yang memiliki kamera pengintai dan keamanan pribadi.

Namun, mereka mengatakan akan menyerahkannya ke tangan polisi untuk menyelidiki bagaimana mereka masuk.

Loading...
Loading...