Kamis, 08 Agustus 2019 07:30 WITA

Dua Siswi Asal Palangkaraya Temukan Obat Kanker Payudara Paling Manjur

Editor: Abu Asyraf
Dua Siswi Asal Palangkaraya Temukan Obat Kanker Payudara Paling Manjur
Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri.

RAKYATKU.COM - Kanker payudara menjadi salah satu penyakit mematikan. Siapa sangka, akar bajakah terbukti manjur mengobati penyakit ini.

Ramuan akar bajakah itu mengantar dua siswi SMAN 2 Palangka Raya meraih emas pada lomba karya ilmiah internasional di Seoul, Korea Selatan, 25-27 Juli 2019.

Kedua siswi itu yakni Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri. Awalnya, mereka mendapat tugas ekstrakurikuler di sekolah mereka. Siswa jurusan IPA diminta menerapkan ilmu yang telah dipelajari sehari-hari.

"Waktu itu kami mencari ide, bahan apa yang bisa diteliti untuk ekstrakurikuler," ucap Aysa seperti dikutip dari Kalteng Pos.

Aysa lantas teringat pada nenek temannya yang sembuh dari kanker payudara setelah mengonsumsi akar bajakah selama tiga bulan.

Bajakah adalah tumbuhan khas Kalteng. Warga yang tinggal di pedalaman sering memanfaatkan tumbuhan untuk mengobati berbagai penyakit. Termasuk tumbuhan bajakah.

“Orang-orang pedalaman ini meyakinkan kami bahwa akar bajakah bisa menyembuhkan kanker payudara. Banyak yang telah membuktikan,” katanya.

Akar bajakah lalu dikirim ke laboratorium Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kota Banjarmasin. Hasil uji lab membuktikan bahwa akar bajakah memiliki kandungan berlimpah yang mampu menyembuhkan kanker payudara. Kandungan itu antara lain saponin, alkoloid, steroid, terpenoid, flavonoid, tanin, dan fenolik. Zat-zat tersebut juga diyakini dapat menyembuhkan tumor ganas.

Loading...

Kabar itu langsung direspons Aysa dkk. Mereka mengolah akar tersebut menjadi bubuk. Proses pembuatannya sederhana. Akar bajakah dikeringkan terlebih dahulu. Dapat secara manual dengan sinar matahari atau menggunakan oven. Lalu ditumbuk dengan alat tumbuk manual ataupun mesin blender.

“Mengonsumsinya cukup diseduh layaknya minum teh dengan takaran 1 gram bubuk akar bajakah dicampur dengan 500 mililiter air,” jelasnya.

Uji coba dilakukan selama kurang lebih tiga bulan. Mereka memberikan ramuan akar bajakah tersebut kepada tikus putih. Ternyata, selama sekitar dua minggu, sel tumor yang ada di tikus putih menghilang. 

“Bahkan, tikus itu dapat tumbuh besar dan berkembang biak. Sel tumor yang sebelumnya positif menjadi nol sentimeter,” cerita Anggi -sapaan Anggina Rafitri.

Keberhasilan itulah yang akhirnya dikemas menjadi karya ilmiah untuk mengikuti lomba Youth National Science Fair 2019 (YNSF) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Pemenangnya akan dikirim ke Korea Selatan (Korsel) mewakili Indonesia.

Menurut Anggi, bajakah tidak hanya mampu menyembuhkan kanker. Tumbuhan tersebut juga dapat digunakan untuk mencegah dan menyembuhkan tumor ganas, mengurangi radikal bebas dalam tubuh, menangkal radikal bebas, serta meningkatkan kesehatan dan sistem kekebalan.

Loading...
Loading...