Rabu, 07 Agustus 2019 12:28 WITA

Tidak Merata, Warga Takalar Minta Tolak Pembagian Air Bersih

Penulis: Muh. Ishak Agus
Editor: Andi Chaerul Fadli
Tidak Merata, Warga Takalar Minta Tolak Pembagian Air Bersih

RAKYATKU.COM, TAKALAR - Kekeringan yang terjadi Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang sempat teratasi dengan bantuan air bersih dari pemerintah daerah. Namun bantuan air bersih tersebut dianggap warga tidak merata. 

Dikarenakan jumlah air tersebut tidak sebanding dengan jumlah kepala keluarga yang menjadi korban kekeringan di Desa Bontomanai.

Salah satu warga, Daeng Raja mengatakan, bantuan air bersih dari pemerintah saat itu dinilai tidak cukup. Penyaluran air tersebut hanya ditujukan di rumah kepala dusun dan rumah yang berada di sekitarnya.

"Pembagiannya tidak merata karena tujuannya hanya untuk di rumah kepala dusun dan rumah di sekitarnya. Jadi untuk warga lain, tidak dapat," katanya, Rabu (7/8/2019).

Dia menilai, pembangian air tersebut dikhawatirkan justru akan berpotensi menimbulkan masalah di masyarakat karena adanya kecemburuan atas pembagian yang tidak merata tersebut. 

loading...

"Kedepannya, sebaiknya tidak usah dilakukan distribusi air bersih jika mobil pengangkut air yang datang hanya 1 unit. Takutnya akan timbul aksi kekerasan atas kecemburuan di benak warga. Meski demikian, penyaluran air tersebut oleh pemerintah kami ucapkan banyak terima kasih banyak. Tapi tolong nanti pembagiannya diperbanyak agar merata," tambahnya.

Tidak adanya bantuan mesin pompa air juga menjadi masalah di kampung tersebut. Beberapa sumur yang biasanya menjadi sumber air masyarakat kini telah mengering sejak beberapa bulan terakhir. Mereka terpaksa berjalan sekitar puluhan kilo dari rumahnya menuju satu-satunya sumur yang masih memiliki air.

Warga pun rela mengantri hingga malam hari demi mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Dia mengaku, kekeringan yang terjadi pada tahun ini merupakan terparah yang terjadi pada kurun waktu tiga bulan terkahir

"Sejak bulan Mei kemarin, beberapa sumur disini sudah kering akibat kemarau. Itupun sumur yang masih aktif hingga saat ini juga sudah mulai menipis airnya. Jadi warga terpaksa berjalan kaki sejauh puluhan kilo untuk mengambil air bersih disini," lanjut Daeng Raja.

Loading...
Loading...